BBM Subsidi
Ini Daftar Mobil yang Boleh Isi BBM Subsidi Pertailte, Bagaimana dengan Mobil Mewah CC Rendah?
disebutkan bahwa untuk saat ini tidak ada pembatasan CC mobil dalam pengisian BBM Bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM - Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan pembatasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, yaitu jenis Pertalite dan Solar.
Kabarnya, pembatasan penggunaan kedua jenis BBM tersebut akan dilakukan berdasarkan kapasitas mesin (CC) kendaraan mobil.
Adapun besar kapasitas mesin (CC) mobil yang dibolehkan untuk mengisi Pertalite dan Solar yaitu kendaraan roda 4 di bawah 1.400 CC.
Lalu, benarkah pembatasan penggunaan BBM bersubsidi yang akan diterapkan nanti berdasarkan kapasitas mesin?
Jika benar, bagaimana dengan mobil mewah yang memiliki kapasitas mesin rendah di bawah 1.400 CC, apakah tetap bisa mengisi BBM subsidi?
Baca juga: Mobil Diatas 1400 CC Dilarang Isi BBM Bersubsidi di SPBU, Benarkah? Ini Jawaban Pertamina
Kendaraan yang boleh Isi Pertalite
Berdasarkan Frequently Asked Questions (FAQ) di laman MyPertamina, disebutkan bahwa untuk saat ini tidak ada pembatasan CC mobil dalam pengisian BBM Bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.
“Saat ini belum ada pembatasan berdasarkan CC mobil," tulis pernyataan itu.
Namun demikian, pada saat pendaftaran data di MyPertamina, data CC mobil sudah diminta.
Hal ini untuk mengantisipasi jika ada pengaturan sejenis ke depannya.
"dan Konsumen yang tidak berhak, tidak akan mendapatkan kode QR dan otomatis tidak dapat dilayani,” jelas pernyataan tersebut.
Hingga saat ini, belum diketahui pasti kapan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi berdasarkan CC mobil akan terlaksana dan apakah akan tepat sasaran.
Baca juga: Dampak Kenaikan Harga BBM, Tarif Rental Mobil di Banda Aceh-Aceh Besar Naik hingga Rp 100 Ribu/Hari
Namun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebutkan bahwa BBM bersubsidi akan tetap dibatasi.
Dia menambahkan, sekarang Pertamina sedang menyiapkan sistem pengawasan pengaturan dengan digitalisasi.
"Diharapkan dengan metode ini, mekanisme ini kita bisa lebih mempertajam ketepatan pemanfaatan BBM subsidi ini untuk yang membutuhkan," ujar Arifin di Istana Merdeka, Sabtu (3/9/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/premium-09uio.jpg)