Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Halaman Belakang Polres Aceh Tamiang Ditanami Ribuan Bibit Jagung

Halaman belakang Mapolres Aceh Tamiang seluas 2 hektare diubah menjadi kebun jagung. Polisi berharap ini bisa mempelopori one village one product

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Kapolres Aceh Tamiang AKBP Imam Asfali berbincang dengan Wabup Aceh Tamiang Tengku Insyafuddin di sela pembagian paket bahan makanan kepada masyarakat di halaman Masjid Syuhada, Jumat (9/9/2022). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Halaman belakang Mapolres Aceh Tamiang seluas 2 hektare diubah menjadi kebun jagung. Polisi berharap kegiatan ini bisa mempelopori one village one product.

Program tanam jagung ini sedang berlangsung dan sudah memasuki tahapan penggemburan tanah. Sesuai jadwal, lahan ini sudah siap digunakan untuk tanam perdana pada pekan depan.

“Pekan depan sudah tanam, nanti kita undang Forkopimda,” kata Kapolres Aceh Tamiang AKBP Imam Asfali, Sabtu (10/9/2022).

Imam menjelaskan lahan jagung ini berada persis di belakang gedung utama Mapolres Aceh Tamiang.

Selama ini lahan seluas 2 hektaret itu tidak produktif.

Baca juga: Mantan Kades di Aceh Singkil Digigit Buaya

“Ini berkaitan dengan ketahanan pangan, harapan kita bisa dicontoh oleh masyarakat kita,” kata Imam.

Dia mengatakan program ini terinsipirasi dari bentuk rumah masyarakat yang memiliki halaman luas.

Umumnya halaman tersebut tidak dikelola menjadi lahan produktif.

Padahal kata dia, bila potensi lahan ini dioptimalkan ke sektor perkebunan akan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

“Makanya kami tergerak untuk memulainya, nanti Bhabinsa akan saya aktfikan untuk membantu menyosialisasikan ini,” ungkapnya.

Sebelum memulai program ini, Imam mengaku sudah berdiskusi dengan Bupati dan Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang.

Baca juga: Kapolres Lhokseumawe Sapa Tukang Parkir dan Bagikan Bansos

Alasan dipilihnya jagung lebih disebabkan tanaman ini tidak sulit dirawat dan memiliki pangsa pasar jelas.

Begitupun dia tidak mengharuskan masyarakat ikut menanam jagung. Justru dia berharap masyarakat mengasah kreativitas untuk mengangkat produk unggulan desa masing-masing.

“Dengan begini maka akan tercipta one village one product, jadi lebih bervariasi,” sambung Imam.

Sebagai motivasi, Imam memberi gambaran seandainya satu desa memiliki satu hektar lahan perkebunan, maka secara keseluruhan akan terbentuk 213 hektar lahan perkebunan baru.

“Tidak musti lahan utuh, cukup memanfaatkan halaman, tapi jenisnya seragam, nanti tugas pemerintah daerah membantu memasarkan produknya,” kata Imam. (*)

Baca juga: Benarkah Menstruasi Menyebabkan Anemia? Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved