Sabtu, 30 Mei 2026

Video

VIDEO Longrain, Restoran Indonesia Milik Putra Aceh di Inggris

Bang Chandra, sang pemilik restoran Longrain ini sudah 28 tahun lebih menetap di Inggris

Tayang:
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: T Nasharul

Laporan Syedara lon Ismail Rasyid

SERAMBINEWS.COM – Brighton & Hove, kota pantai di timur Sussex (saseeks), Inggris ini, sangat terkenal di kalangan wisatawan mancanegara.

Sejumlah bangunan peninggalan abad ke 18, menjadi penanda bahwa kawasan ini telah menjadi lokasi liburan favorit bagi elite kerajaan Inggris pada masa lalu.

Teras Regency, Istana Pier, dan Royal Pavilion, adalah di antara bangunan-bangunan bersejarah di kota Brighton, yang berjarak sekitar 128 kilometer dari London, ibukota Inggris Raya.

Baca juga: Kiprah Muhammad Ichram, Putra Aceh Peraih Juara Dua Manusia Terkuat di Dunia

Royal Pavilion adalah rumah musim panas eksotis yang dibangun oleh George IV, salah satu raja paling flamboyan dan eksentrik di negara ini.

Menariknya, di sana terdapat satu restoran Indonesia yang pemiliknya adalah pria asal Aceh, tepatnya asal Lameulo, Kabupaten Pidie.

Bang Chandra, sang pemilik restoran Longrain ini sudah 28 tahun lebih menetap di Inggris.

Mie goreng menjadi salah satu menu andalan di restoran milik Bang Chandra ini, selain tentunya berbagai jenis makanan dan minuman khas Indonesia dan Eropa.

Chandra mengatakan, ide membuka restoran muncul pertama kali ketika dia disuguhkan nasi goreng saat datang ke restoran Prancis di Inggris.

Baca juga: Jalin Persaudaraan Sesama Perantau, Ketua Keluarga Ureung Pidie Bertemu Masyarakat Aceh di Malaysia

Dia memulai bisnis kuliner ini pada awal tahun 2020, ketika Inggris melockdown sejumlah kota karena merebaknya virus Covid-19.

Karena masa lockdown, semua penjualan dilayani secara online. Bang Chandra menjadi koki di dapur yang berada di basement, sementara istrinya bertugas melayani pembeli di lantai dasar.

Saat saya berkunjung pada Jumat 9 September 2022, restoran Longrain milik Bang Chandra ini sangat ramai pengunjung.

Di dapur basementnya, Bang Chandra dibantu oleh seorang mahasiswa S-3 asal Aceh, dan seorang mahasiswa S-3 bidang hukum asal Jakarta.

Tidak hanya terbatas orang Indonesia, tapi juga para wisatawan dari berbagai negara di Eropa dan Amerika.

Karena keadaan yang belum sepenuhnya normal, Longrain Restaurant ini dibuka setengah hari saja, yakni mulai pukul 5 sore hingga tengah malam.

Editor: T. Nasharul

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved