Minggu, 31 Mei 2026

Video

VIDEO Serangan Israel Hantam Sejumlah Kota Lebanon Selatan

Serangkaian serangan yang dilaporkan dilakukan Israel mengguncang sejumlah wilayah di Lebanon selatan pada Jumat.

Tayang:
Editor: Aldi Rani

SERAMBINEWS.COM - Serangkaian serangan yang dilaporkan dilakukan Israel mengguncang sejumlah wilayah di Lebanon selatan pada Jumat.

Kepulan asap tebal terlihat membumbung tinggi di atas kota-kota Kfartabnit, Eastern Zawtar, Nabatieh Fawqa, dan Arnoun setelah ledakan yang disebut berasal dari serangan udara Israel.

Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa pesawat tempur Israel melancarkan sejumlah serangan berturut-turut ke Kota Nabatieh, Kafr Rumman, Nabatieh Fawqa, serta wilayah pinggiran Shoukin.

Selain itu, kota Abba, Jebchit, dan kawasan hutan Ali Al-Taher di sekitar Nabatieh Fawqa juga dilaporkan menjadi sasaran tembakan artileri.

Di tengah meningkatnya operasi militer tersebut, Kementerian Kesehatan Lebanon melalui Pusat Operasi Darurat Kesehatan mengungkapkan bahwa jumlah korban akibat serangan Israel sejak 2 Maret hingga 28 Mei telah mencapai 3.355 orang tewas dan 10.095 lainnya luka-luka.

Sebelumnya, juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee, mengeluarkan peringatan evakuasi segera kepada warga di sejumlah kota di Lebanon selatan.

Ia menyatakan bahwa militer Israel harus bertindak tegas karena dugaan pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh Hizbullah.

Meski gencatan senjata antara Israel dan Lebanon masih secara resmi berlaku, situasi di lapangan tetap rapuh.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa upaya diplomatik dan pembicaraan antara kedua pihak masih terus berlangsung untuk mencegah eskalasi yang lebih luas.

Pada awal pekan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan telah memerintahkan militer untuk meningkatkan intensitas dan kekuatan serangan terhadap Hizbullah.

Netanyahu juga mengonfirmasi bahwa pasukan Israel telah melintasi Sungai Litani dan bergerak lebih jauh ke wilayah Lebanon selatan.

Israel sebelumnya menyatakan rencana pembentukan zona keamanan di dalam wilayah Lebanon yang membentang dari perbatasan hingga Sungai Litani.

Kawasan tersebut diperkirakan mencakup sekitar 10 persen wilayah Lebanon dan menjadi salah satu sumber ketegangan utama dalam konflik yang terus berkembang di kawasan tersebut. (*)

Editor: Aldi Rani

Baca juga: AS Klaim Iran Siap Berdamai, Selat Hormuz Akan Dibuka Penuh

Baca juga: AS dan Iran Capai Kesepakatan Tentatif, Bahas Gencatan Senjata 60 Hari hingga Program Nuklir

Baca juga: Iran Klaim Punya Pertahanan Udara Baru, Benarkah Mampu Hadang Serangan AS?

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved