Kamis, 9 April 2026

Internasional

Rusia Hancurkan Pembangkit Listrik dan Jaringan Air Bersih di Kharkiv

Pemerintah Ukraina, Senin (12/9/2022) menuduh Rusia menyerang infrastruktur sipil yang berada di Kota Kharkiv.

Editor: M Nur Pakar
AFP/SERGEY BOBOK
Seorang penjinak ranjau melewati puing-puing gedung laboratorium medis klinis yang rusak menyusul serangan roket Rusia di Kota Kharkiv, Ukraina pada Selasa (9/8/2022). 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Pemerintah Ukraina, Senin (12/9/2022) menuduh Rusia menyerang infrastruktur sipil yang berada di Kota Kharkiv.

Hal itu dinilai sebagai balasan atas serangan cepat akhir pekan oleh pasukan Ukraina yang memaksa pasukan Rusia meninggalkan benteng utamanya di Kharkiv.

Pejabat Ukraina mengatakan target serangan termasuk fasilitas air dan pembangkit listrik termal di Kharkiv, dan menyebabkan pemadaman listrik yang meluas.

“Tidak ada fasilitas militer, tujuannya untuk menghilangkan cahaya panas dari orang-orang,” tulis Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Twitter pada Minggu (11/9/2022) malam.

Dilansir AFP, Moskow membantah pasukannya sengaja menargetkan warga sipil.

Zelensky menggambarkan serangan Ukraina di timurlaut sebagai terobosan potensial dalam perang enam bulan.

Baca juga: Ukraina Rebut Sejumlah Wilayah Strategis di Kharkiv yang Sempat Diduduki Pasukan Rusia

Dia mengatakan dalam musim dingin bisa melihat keuntungan teritorial lebih lanjut jika Kiev menerima senjata yang lebih kuat dari Barat.

Mykhailo Podolyak, seorang penasihat presiden Ukraina, mengatakan stasiun listrik CHPP-5 Kharkiv, salah satu yang terbesar di Ukraina telah dihantam rudal.

"Sebuah tanggapan'pengecut untuk melarikan diri tentaranya sendiri dari medan perang," katanya di Twitter.

Gubernur Kharkiv Oleh Synehubov mengatakan 80 persen pasokan listrik dan air telah pulih di wilayah itu pada Senin (12/9/202) pagi.

Dalam kekalahan terburuk bagi pasukan Moskow sejak diusir dari pinggiran ibukota Kiev pada Maret 2022, ribuan tentara Rusia meninggalkan amunisi dan peralatan saat lari dari kota Izium.

Sebuah kota yang digunakan sebagai pusat logistik Rusia.

Baca juga: Rudal Rusia Hantam Kota Kharkiv, Lima Orang Tewas

Komandan utama Ukraina, Jenderal Valeriy Zaluzhnyi, mengatakan angkatan bersenjata telah menguasai kembali lebih dari 3.000 km persegi sejak awal bulan ini.

Keuntungan Ukraina secara politik penting bagi Zelensky karena berusaha menjaga Eropa tetap bersatu di belakang Ukraina.

Khususnya untuk memasok senjata dan uang.

Bahkan ketika krisis energi membayangi musim dingin ini menyusul p[enghentian pasokan gas Rusia ke pelanggan Eropa.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved