Berita Aceh Barat
Nelayan Aceh Barat Meninggal Saat Melaut
Zulkifli meninggal di perairan laut Meulaboh diduga karena mengalami sakit secara tiba-tiba saat mencari ikan di laut.
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Satu orang nelayan Zulkifli (35) warga Desa Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat dilaporkan meninggal dunia saat menangkap ikan di perairan laut Meulaboh, Selasa (13/9/2022).
Zulkifli meninggal di perairan laut Meulaboh diduga karena mengalami sakit secara tiba-tiba dalam boat 3 GT, sehingga saat itu sekitar pukul 15.00 WIB meninggal dunia.
Sejauh ini belum diketahui secara pasti penyakit apa yang diderita oleh nelayan tersebut, apakah mengalami serangan jantung atau penyakit lainnya, belum ada kejelasan.
“Satu orang nelayan kita meninggal dunia di laut saat menangkap ikan, dan telah evakuasi dibawa pulang dan serahkan kepada keluarga di Padang Seurahet,” kata Sekjen Panglima Laot Aceh Barat, Nanda Ferdiansyah kepada Serambinews.com, Selasa (13/9/2022).
Disebutkankan nelayan tersebut sebelumnya dalam kondisi sehat-sehat saja, namun saat di laut yang bersangkutan mengalami sakit, sehingga telah menghadap Ilahi, saat sedang bekerja di laut.
Kondisi tersebut menyebabkan nelayan tersebut tidak adanya jaminan keselamatan kerja dan kematian dan jaminan masa tua mereka.
“Kita merasa sedih dengan kondisi tersebut sebab, hingga saat ini nelayan Aceh Barat belum ada asuransi, padahal jika yang bersangkutan punya asuransi setidaknya ada yang ditinggalkan untuk keluarganya,” ungkap Nanda.
Dikatakannya, sejak 2 tahun yang lalu perusahaan PT Mifa Bersaudara pernah menjanjikan membantu nelayan Aceh Barat untuk Asuransi nelayan, akan tetapi hal tersebut belum kunjung dipenuhi.
“Aktivitas mereka di laut Meulaboh pengangkutan batubara mereka manfaatkan, tetapi bantuan asuransi untuk nelayan kami belum mereka tepati,” beber Nanda Ferdiansyah.
Pihaknya menyesalkan sikan perusahaan batubara PT Mifa Bersaudara karena masih kurang peka terhadap kondisi nelayan di Aceh Barat, faktanya terkait asuransi nelayan belum bisa terealisasi.
Pihaknya mengaku telah mendapatkan konfirmasi dari pihak BPJS Ketenagakerjaan Meulaboh, bahwa untuk data daftar nelayan yang akan dilindungi sudah diserahkan ke PT Mifa sejak tahun 2021 lalu, namun belum ada realisasi.
Dikatakannya, bahwa dari keterangan diperoleh pihak Panglima Laot, bahwa pihak BPJS Ketenagakerjaan juga telah melakukan koordinasi dengan PT Mifa melalui bidang CSR. “Dari informasi yang diterima oleh BPJS dari pihak PT Mifa, sampai saat ini belum ada kepastian kapan pendaftaran bagi nelayan Aceh Barat akan dilakukan,” sebutnya.
Ia menambahkan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi nelayan akan terlaksana jika dari PT Mifa sudah merealisasikan CSR-nya tersebut. “Namun kapan itu bisa direalisasikan semuanya tergantung dari PT Mifa,” tukasnya.
“Jika memang PT Mifa ingkar janji, kami dari pihak lembaga Panglima Laot bersama nelayan akan mencari jalan sendiri,” tandas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Nanda-bicara-kapal-nelayan.jpg)