Rabu, 29 April 2026

Kamaruddin Sebut Isu Pelecehan Sengaja Dihembuskan, Duga Ferdy Sambo Guyur Uang ke Sejumlah Lembaga

Kamaruddin Simanjuntak menyebut bahwa isu pelecehan seksual sengaja dihembuskan oleh pihak yang ingin melindungi Ferdy Sambo dkk.

Editor: Amirullah
KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA
Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, saat menyambangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (18//7/2022). 

Kini muncul penyebutan kejadian pelecehan pada 7 Juli 2022.

Dia kembali meragukannya.

"Karena pada saat itu, Yosua dicari-cari ibu Putri, bahkan disuruh ajudan cari dan panggil masuk ke kamar," jelasnya.

"Mereka bicara empat mata di dalam kamar selama sekitar 15 menit.

Apa mungkin kalau dilecehkan, masih mau bertemu dengan pelaku? Jelas itu hanya cerita rekayasa," tegas Kamaruddin.

Baca juga: Mantan Hakim Agung Sebut Pelecehan Seksual Loloskan Ferdy Sambo dari Sangkaan Pembunuhan Berencana

Sementara Aktivis perempuan Irma Hutabarat mengungkap kesedihan terbesar orangtua terutama ibunda Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Diungkapkan Irma Hutabarat, ibu dari Brigadir Yosua sangat terpukul atas tudingan kepada anaknya sebagai pelaku pelecehan seksual.

"Anak sudah meninggal, tapi masih ada fitnah, tuduhan pelecehan seksual," kata Irma Hutabarat, pada wawancara di Kantor Tribun Jambi, Senin (12/9/2022) sore.

Dia menyebut, tudingan ini sangat menyakitkan hati seorang ibu, ketika anaknya sudah diambil nyawanya, tapi masih mendapat label negatif.

Tangis Samuel Hutabarat, Irma Hutabarat, hingga rektor Universitas Terbuka (UT) pecah saat serah terima ijazah Brigadir J dilakukan dalam acara wisuda UT yang digelar di UTCC di Tangerang Selatan pada Selasa (23/8/2022).
Tangis Samuel Hutabarat, Irma Hutabarat, hingga rektor Universitas Terbuka (UT) pecah saat serah terima ijazah Brigadir J dilakukan dalam acara wisuda UT yang digelar di UTCC di Tangerang Selatan pada Selasa (23/8/2022). (YouTube Kompas TV)

"Padahal kepolisian sudah menghentikan kasus dugaan pelecehan, tapi kok masih disebut-sebut oleh Komnas HAM? Inilah yang hingga kini membuat orangtua Yosua masih sangat bersedih," jelasnya.

Kematian Yosua saja sudah menjadi beban berat bagi seorang orangtua, terlebih pada ibu yang melahirkannya.

"Nyawa sudah diambil lewat pembunuhan berencana, tapi masih tega membuat fitnah seperti itu. Isu pelecehan ini sangat tidak masuk akal," ucapnya.

Perempuan Harus Berani

Irma Hutabarat menilai, pada kasus kematian Brigadir Yosua ini, ada satu orang perempuan yang sangat bersedih, tapi sering diabaikan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved