ISAD Bahas Program Kerja dalam Rapat Triwulan Kepengurusan
ISAD harus menjadi penyaring ketika ada isu miring tentang dayah, seperti perilaku warga dayah yang tidak selaras dengan misi dayah.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
ISAD Bahas Program Kerja dalam Rapat Triwulan Kepengurusan
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh menggelar rapat trimulan kepengrusan.
Di mana dalam rapat tersebut, kepengurusan juga membahas program-program kerja.
Kegiatan itu digelar di Aula Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Banda Aceh, Sabtu (17/9/2022).
Rapat yang membahas program kerja ini turut dihadiri sejumlah pengurus ISAD Aceh, diantaranya Ketua ISAD, Tgk Mustafa Husein Woyla dan Sekretaris Jenderal ISAD Aceh, Dr Teuku Zulkhairi MA.
Baca juga: Disdik, DSI dan DPP ISAD Aceh Tandatangani MoU Berantas Radikalisme
Dinas Pendidikan Dayah Aceh sangat mendukung program-program kerja ISAD Aceh. Jika tertuang dalam anggaran dinas tentu diupayakan untuk dibantu hingga terealisasi.
"Bila tidak tercantum, maka kita siap mencari anggaran di luar demi perubahan dan mewujudkan program ISAD," kata Muhammad Dewi, mewakili DPDA saat pembukaan Rapat Triwulan DPP ISAD.
Menurutnya, ISAD wadah kaderisasi intelektual, yang melahirkan intelektual berbasis dayah, sehingga nantinya bisa berkiprah di dunia politik atau menjadi ulama.
Agar hal tersebut tercapai, maka pertahankan mutu pendidikan dayah.
Baca juga: Terjadi Pro dan Kontra di Masyarakat, ISAD Gelar Kajian Poligami, Ulama Perempuan Aceh Tegaskan Ini
ISAD, tegasnya, harus menjadi penyaring ketika ada isu miring tentang dayah, seperti perilaku warga dayah yang tidak selaras dengan misi dayah.
Sementara Ketua DPP ISAD, Tgk Mustafa Husein Woyla mengatakan, ISAD harus memiliki program inti yang menjadi identitas ISAD, seperti menulis dan aktif pengajian.
"Program yang perlu diwacanakan adalah sekretariat ISAD secara permanen, sebagai markas dakwah dan kegiatan," jelasnya.
Tgk Mustafa berharap kontribusi pengurus ISADÂ berupa ide dan program kerja, sehingga eksitensi organisasi berbasis dayah ini berkembang. (*)