Berita Pidie
YPB-HAM Pidie, BAS hingga Aktivis Olahraga Sepakat Setuju PORA Diundurkan, Ini Alasannya
" Idealnya, awal 2021 Pemerintah Aceh telah menyalurkan dana itu, bukan diakhir tahun," sebutnya.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nur Nihayati
" Idealnya, awal 2021 Pemerintah Aceh telah menyalurkan dana itu, bukan diakhir tahun," sebutnya.
Laporan Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Yayasan Pos Bantuan Hukum dan HAM Pidie bersama Barisan Anak Serdadu (BAS dan pemerhati olahraga di Pidie sepakat setuju Pekan Olahraga Aceh (PORA) diundurkan ke tahun 2023.
Ditundanya even empat tahunan itu, seiring tidak rampungnya proyek venue pada tahun 2022.
Padahal, 15 paket proyek venue dengan menguras dana Rp 90 miliar, disiapkan sebagai arena pertandingan cabor.
" Kita mendukung Pj Bupati Pidie, yang telah mengusulkan penundaan PORA yang jadwalnya pada Juni 2023," kata
Direktur Yayasan Pos Bantuan Hukum dan HAM (YPB-HAM) Pidie, Said Safwatullah SH, kepada Serambinews.com, Senin (19/9/2022).
Menurutnya, terhadap penyampaian Pj Bupati ke publik sudah tepat karena kendala utama venue yang belum siap dibangun.
Bahkan, belum adanya anggaran yang dikirim Pemrov untuk peralatan pertandingan.
" Jika dipaksakan, maka dipastikan kwalitas venue tidak akan bertahan lama, yang ujung-ujungnya harus berurusan dengab penegak hukum pasca PORA dilaksanakan," kata Said yang juga Ketua DPC Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Pidie.
Ia menjelaskan, penundaan PORA itu sangat realistis, yang dilakukan Pemkab Pidie sebagai tuan rumah. Keputusan itu, hendaknya dapat dipahami oleh 22 pemkab/pemko di Aceh.
" Saya rasa panitia PORA perlu dievaluasi Pj Bupati, terhadap kinerja panitia selama ini. Kalau dari evaluasi nantinya layak diganti, saya rasa harus diganti," jelasnya.
Ketua DPD BAS Aceh, Drs Isa Alima, kepada Serambinews.com, Senin (19/9/2022) mengatakan, hasil koordinasi antara Pemkab Pidie dan Pemerintah Aceh terhadap penundaan PORA, menyusul kebutuhan sarana dan prasarana tidak siap.
Menurutnya, diundurkan PORA itu supaya pelaksanaan even empat tahunan itu lebih sukses dan atlet akan nyaman bertanding pada masing-masing venue.
" Venue dibangun itu tidak boleh cilet-cilet dengan diundur PORA. Venue itu terlambat dibangun dibangun dipicu dana dari APBA terlambat turun," jelas mantan anggota DPRK Pidie itu.
Aktivis Olahraga Pidie, Zian Mustaqin, pada Serambinews.com, Senin (19/9/2022) menyebutkan, anggaran Rp 90 miliar dikirim Pemprov pada akhir 2021. Padahal, APBA itu telah disahkan tahun 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/F20220919naz54.jpg)