Breaking News:

Berita Nagan Raya

Jaksa Teliti Berkas Kasus Tambang Emas Ilegal di Nagan Raya

"Berkas sudah diterima JPU. Sedang diteliti," kata Kajari Nagan Raya, Muib SH MH melalui Kasi Pidum R Bayu Ferdian SH MH kepada Serambinews.com.

Penulis: Rizwan | Editor: Nurul Hayati
Dok. Polres Nagan Raya
Alat berat beko dan empat penambang diamankan di Nagan Raya, Agustus 2022 lalu. 

"Berkas sudah diterima JPU. Sedang diteliti," kata Kajari Nagan Raya, Muib SH MH melalui Kasi Pidum R Bayu Ferdian SH MH kepada Serambinews.com, Selasa (20/9/2022).

Laporan Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya kini sedang meneliti berkas perkara empat penambang emas ilegal yang dibekuk polisi pada 25 Agustus 2022 lalu.

"Berkas sudah diterima JPU. Sedang diteliti," kata Kajari Nagan Raya, Muib SH MH melalui Kasi Pidum R Bayu Ferdian SH MH kepada Serambinews.com, Selasa (20/9/2022).

Dikatakan, dalam penelitian akan dilihat bila sudah lengkap maka akan diteruskan tersangka dan barang bukti. 

Lalu bila belum lengkap akan dilengkapi oleh penyidik dari kepolisian. 

Informasi lain diperoleh Serambinews.com, empat tersangka kasus tambang emas ilegal masih ditahan di Polres termasuk BB satu unit beko.

Diberitakan, Polres Nagan Raya menggerebek lokasi penambangan emas tanpa izin atau illegal mining di Desa Kila, Kecamatan Seunagan Timur,  Nagan Raya, Kamis (25/8/2022). 

Dalam penangkapan itu, polisi menangkap 4 warga sebagai penambang.

Petugas kepolisian ikut menangkap empat penambang, yaitu JY (27), WD (44), RJ (25), dan AB (44). 

Serta mengamankan barang bukti berupa satu unit alat berat ekskavator merek Hitachi, dua lembar ambal penyaring, dua unit indang, dan emas pasir 16 gram.(*)

Baca juga: Dinilai Membahayakan, YARA Minta Pj Bupati Tutup Tambang Emas Ilegal di Pidie

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved