Internasional
Milisi Houthi Jadikan Perempuan Sebagai Target, Seribuan Wanita Diculik dan Dijebloskan ke Penjara
Milisi Houthi telah menculik 1.700 wanita di Yaman, terutama di ibu kota Sanaa dari 2015 sampai 2022 atau selama tujuh tahun.
SERAMBINEWS.COM, JENEWA - Milisi Houthi telah menculik 1.700 wanita di Yaman, terutama di ibu kota Sanaa dari 2015 sampai 2022 atau selama tujuh tahun.
Berbicara kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB di sela-sela sesi reguler ke-51 di Jenewa, kelompok hak asasi manusia (HAM) menuduh Houthi yang didukung Iran menyiksa wanita di penjara.
Asosiasi tersebut mendesak dewan dan organisasi internasional untuk menekan Houthi membebaskan para wanita yang ditahan dan menghentikan kekerasan yang dilakukan terhadap mereka.
Dalam pidatonya, kelompok tersebut mengutip kasus model Yaman Entisar Al-Hammadi, yang ditangkap di sebuah pos pemeriksaan keamanan Sanaa pada 2021.
Dilansir AFP, model itu mengalami penyiksaan yang mengerikan untuk mendapatkan pengakuan paksa darinya.
Dia kemudian dijatuhi hukuman lima tahun penjara dalam apa yang oleh asosiasi digambarkan sebagai pengadilan ilegal.
Baca juga: Dewan HAM PBB Tuduh Houthi Bunuh dan Lukai 14.000 Anak-Anak Yaman
Kelompok HAM juga mendesak masyarakat internasional untuk menekan Houthi untuk mengakhiri pengepungan di Taiz yang diberlakukan sejak 2015.
Sekaligus, menghentikan kejahatan terhadap warga sipil di kota itu.
Taiz, tempat milisi melakukan jumlah pelanggaran tertinggi terhadap gencatan senjata yang ditengahi PBB, telahh menewaskan 3.000 orang.
Pada Senin (19/9/2022) Yaman menuduh Houthi melakukan 127 pelanggaran terhadap gencatan senjata di berbagai provinsi dalam satu minggu.
Houthi dituduh menargetkan rumah-rumah sipil, dengan penggunaan tank, artileri dan pesawat tak berawak telah membunuh non-pejuang termasuk wanita dan anak-anak, dan menghancurkan ribuan rumah.
Sebelumnya, asosiasi tersebut mengungkapkan kejahatan Houthi telah membunuh dan melukai 14.000 anak sejak perang dimulai pada 2014.(*)
Baca juga: Pemerintah Yaman Minta Dunia Beri Tekanan Lebih Kuat ke Iran, Cegah Persenjatai Houthi