Breaking News:

video

VIDEO Setiap 2,5 Jam Terjadi 1 Kecelakaan, Laka Lantas Meningkat Korban Meninggal Menurun

Dalam rangka memperingati HUT ke-67, Serambi On TV pada 15 September lalu berkesempatan mewawancarai Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Muji Ediyanto.

Penulis: Hendri Abik | Editor: Habibi

SERAMBINEWS.COM - Hari ini, 22 September 2022, Polantas memperingatai hari lalu lintas ke-67. Peringatan HUT ini akan diperingati secara serentak di seluruh Indonesia, temasuk di Polda Aceh.

Dalam rangka memperingati HUT ke-67, Serambi On TV pada 15 September lalu berkesempatan mewawancarai Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Muji Ediyanto.

Kepada tim Serambi On Tv, Kombes Muji mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Agustus tahun 2022, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh mencatat sebanyak 2.320 kasus kecelakaan terjadi di jalan raya. Jumlah tersebut sedikit meningkat jika dibanding dengan data tahun lalu pada medio bulan yang sama, yakni 2.005 kasus kecelakaan.

Namun, meningkatanya jumlah kecelakaan tidak membuat jumlah korban fatal meninggal dunia ikut meningkat. Menurut Dirlantasnya, jumlah kematian akibat kecelakaan tahun ini menurun sekitar 13 persen dari tahun lalu.

Dia mengatakan, trend kecelakaan secara angka meningkat sekitar 315 kasus atau sekitar 16 persen. Namun jumlah korban fatal yang meninggal dunia menurun.

Pada tahun 2001 sebanyak 525 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan raya. Sedangkan pada tahun 2022, sejak Januari hingga Agusutus, 459 orang meninggal dunia. Menurutnya, terjadi penurunan angka kematian di jalan raya sebanyak 66 orang atau sekitar 13 persen.

Ditlantas Polda Aceh katanya juga membuat statistik kecelakaan dan kematian dari semua kasus yang terjadi beberapa tahun terakhir. Menurutnya, setiap 2,5 jam satu kecelakaan terjadi di Aceh dan setiap 13 jam satu korban meninggal dunia.

Adapun jenis kecelakaan di Aceh pada tahun 2022 didominasi jenis kecelakaan tunggal (laka tunggal) sebanyak 792 kasus atau mencapai 82 persen dari seluruh jenis kejadian kecelakaan lalu lintas lainnya.

Laka tunggal ini kata Kombes Muji, rata-rata dialami oleh pengendara motor. Penyebanya, berkendara dengan kecepatan tinggi lalu ngerem mendadak dan kehilangan kontrol.

Dirinya berharap kerja sama seluruh stake holder, terutama masyarakat untuk mengingatkan semua pengendara untuk tidak lupa menggunakan helm saat berkendara. Terutama para pelajar jenjang SMA dan SMP yang saat ini sudah menggunakan sepeda motor ke sekolah.

Secara angka-angka dan persentase, katanya, memang jumlah kecelakaan di tahun ini sedikit meningkat jika dibanding dengan tahun 2021. Namun, Muji punya alasan kuat, di mana pada tahun 2021 Covid-19 masih tinggi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved