Berita Gayo Lues
Ongkos Naik, Warga Enggan Bayar Penuh, Galus-Banda Aceh Rp 230.000/Orang
Perusahaan angkutan telah menaikkan ongkos angkutan penumpang seiring dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu
GAYO LUES - Perusahaan angkutan telah menaikkan ongkos angkutan penumpang seiring dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu.
Tetapi pihak angkutan mengeluh karena warga Gayo Lues enggan membayar ongkos angkut dengan harga penuh.
Informasi yang diperoleh TribunGayo.com dari salah satu perusahaan angkutan penumpang, PT Roby Karya Galau, kenaikan yang terjadi berkisar Rp 20.000 untuk semua rute tujuan antar kabupaten dalam provinsi Aceh.
“Ongkos angkut sudah naik sebesar Rp 20.000 dari sebelumnya,” sebut Direktur PT Roby Karya Galau, Anwar, Rabu (21/9/2022).
Dari Gayo Lues ke Banda Aceh, dari sebelumnya Rp 210.000 per penumpang, sekarang naik menjadi Rp 230.000.
Sementara dari Blangkejeren ke Takengon menjadi Rp 130.000 dari sebelumnya Rp 110.000, lalu tujuan Langsa naik menjadi Rp 200.000 dari sebelumnya Rp 180.000, dan ke Kutacane naik menjadi Rp 70.000 dari sebelumnya Rp 50.000.
Namun yang disayangkan pihak angkutan, warga masih enggan membayar penuh sesuai dengan tarif baru tersebut.
Para penumpang selalu meminta ongkos angkutan dikurangi, meski kenaikan yang ditetapkan hanya sebesar 20.000.
“Para penumpang tidak pernah membayar penuh.
Baca juga: Dampak Kenaikan BBM, Ongkos Kapal Tradisional Singkil-Pulau Banyak Naik
Baca juga: Truk Naikkan Ongkos Angkut Sebesar 20 Persen, Permintaan Bio Solar dan Pertalite Masih Normal
Mereka selalu meminta ongkos dikurangi.
Misalnya dari Blangkejeren ke Takengon disepakati Rp 130.000 per orang, namun nyatanya para penumpang selalu membayar Rp 120.000 atau minta kurang Rp 10 ribu,” ungkap Anwar.
Seperti diketahui, pemerintah telah resmi menaikkan harga BBM sejak Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB.
Rinciannya: Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000, Solar subsidi dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800, dan Harga Pertamax dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500.
Menyusul kenaikan tersebut, pada Senin (12/9/2022), Organisasi Angkutan Darat (Organda) menyepakati besaran tarif angkutan penumpang umum dan barang naik sebesar 25 persen dari tarif lama.
Kanikan tarif tersebut selain disebabkan naiknya harga BBM, juga akibat naiknya harga suku cadang (sparepart). (c40)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Terminal-Terpadu-Jadi-Kantor-Dishub-Gayo-Lues.jpg)