Konflik Rusia vs Ukraina
Tentang Vladimir Putin, Ramzan Kadyrov Tolak Wajib Militer Rusia
pembangkangan ini menjadi hal yang disorot oleh sejumlah pihak. Di sisi lain, Kremlin tidak mengomentari pernyataan Kadyrov
Penulis: Noviana Primaresti
SERAMBINEWS.COM - Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menentang wajib militer Rusia yang diumumkan Vladimir Putin.
Pembangkangan Kadyrov terhadap Putin ini menjadi hal yang disorot oleh sejumlah pihak.
Diketahui sejak awal perang Ukraina, Chechnya telah aktif mengirim sebagian besar tentaranya ke Ukraina.
Dilansir TribunWow.com, kini Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov mengatakan telah membebaskan wilayahnya dari panggilan wajib militer Presiden Rusia Vladimir Putin.
Hal ini dilakukan menyusul maraknya protes di Chechnya dan kemarahannya sendiri atas pertukaran tahanan Rusia-Ukraina baru-baru ini.
Dikutip The Moscow Times, Jumat (23/9/2022), Kadyrov mengatakan pada Kamis malam bahwa Chechnya telah mengerahkan 20.000 tentara sejak dimulainya invasi Ukraina pada Februari.
"Republik Chechnya memenuhi rencana wajib militernya secara berlebihan sebesar 254 persen, bahkan sebelum pengumuman mobilisasi parsial,” tulis Kadyrov dalam sebuah posting Telegram.
Kadyrov dan sekutunya kerap membuat tentang kehadiran pasukan Chechnya di Ukraina sejak awal invasi Rusia ke tetangganya.
Sementara tentara Chechnya secara teratur memposting video diri mereka di Ukraina di media sosial.
Tampil untuk berbicara kepada lusinan wanita Chechnya yang turun ke jalan di Grozny menentang rancangan pengumuman Putin, Kadyrov memberikan imbauan.
"Saya menyerukan kepada penduduk Chechnya, terutama ibu-ibu yang kita cintai dan hormati, untuk tetap tenang," seru Kadyrov.
Penentangan Kadyrov terhadap perintah Kementerian Pertahanan Rusia agar setiap wilayah memanggil pasukan cadangan terjadi hanya beberapa hari setelah dia sendiri telah mendesak rekan-rekannya di 11 zona waktu Rusia untuk mengirim 85.000 tentara.
Sikap ini juga diikuti kritiknya yang semakin terbuka terhadap keputusan Kremlin seputar perang di Ukraina.
Sebelumnya, pada Kamis (22/9/2022), Kadyrov mengatakan dia sangat tidak puas dengan pertukaran 215 tentara Ukraina dan tentara asing dengan 55 tentara Rusia dan sekutu Putin yang dicurigai melakukan pengkhianatan tingkat tinggi oleh Kyiv.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ramzan-kadyrov-pemimpin-chechnya.jpg)