Breaking News:

Kisah Yaya Olukosi, Pelatih Sepak Bola yang Banting Setir Jadi Penjual Nasi Bungkus di Kampus

Yaya Olukosi mungkin bukan nama yang familiar bagi banyak mahasiswa Universitas Malaya di Malaysia.

Editor: Faisal Zamzami
Facebook Universiti Malaya via World of Buzz
Oluwashola Yaya Olukosi dulu adalah seorang pelatih sepak bola profesional yang kini menjadi penjual Nasi Lemak di Kompleks Perdanasiswa, Universiti Malaya, Malaysia. Kisahnya diungkap oleh akun Facebook Universiti Malaya pada Jumat (23/9/2022). 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR – Kisah pelatih sepak bola kini banting setir menjadi penjual nasi bungkus di kampus datang dari “Negeri Jiran”.

Nama pelatih sepak bola itu adalah Oluwashola Yaya Olukosi.

Yaya Olukosi mungkin bukan nama yang familiar bagi banyak mahasiswa Universitas Malaya di Malaysia.

Namun, jika menyebut “Brother Yaya”, banyak mahasiswa mungkin langsung mengetahuinya sebagai penjual Nasi Lemak yang menjajakan dagangannya di Kompleks Perdanasiswa, Universitas Malaya.

Melalui Facebook, Universitas Malaya membagikan kisah perjalanan luar biasa Oluwashola Yaya Olukosi dari pelatih sepak bola menjadi penjual Nasi Lemak Tanglin yang sukses pada Jumat (23/9/2022).

Dalam Bahasa Malaysia yang fasih, pria Nigeria itu menceritakan kisah hidupnya memulai usaha di Malaysia.

“Saya bangun setiap hari jam 4 pagi untuk mengambil nasi lemak dan bumbunya di Kompleks Tangling di Kuala Lumpur, sebelum berangkat ke Universitas Malaya sekitar jam 7 pagi,” ucap dia dalam posting Facebook Universitas Malaysia.

“Saya telah menjual nasi lemak selama 8 tahun terakhir, dan telah tinggal di sini di Malaysia sejak 2010,” jelas Yaya Olukosi sebagaimana dikutip dari World of Buzz.

Baca juga: Kisah Kesaktian Pedang Panglima Bedil Oyok Berusia 4 Abad Ungkap Keberadaan Kerajaan di Haloban

Yaya mengaku telah memegang Lisensi UEFA B yang berarti dia dapat menjadi pelatih kepala tim sepak bola amatir tim U-16 dan menjadi asisten pelatih di klub sepak bola profesional mana pun.

Dia bahkan mengaku pernah pelatih tim U-12 dan U-13 Wolverhampton Wanderers ketika masih di Inggris.

 
Dalam wawancaranya, Yaya mengungkapkan bahwa tutor Inggrisnya yang menyarankan dia untuk pergi ke Asia Tenggara.

“Ketika saya mengumpulkan lebih banyak informasi tentang di mana saya harus tinggal di Asia Tenggara, saya jatuh cinta pada dua hal ketika saya tiba di Malaysia, yakni Gua Batu dan KLCC. Itu sebabnya saya tinggal di Batu Caves sejak itu," tutur Yaya Olukosi.

Ketika ditanya mengapa dia memilih untuk menjual nasi lemak sebagai sumber pendapatan utamanya, Yaya berkata, “Bagi saya ini bukan hanya kesempatan untuk mendekati tempat di mana makanan favorit saya dibuat, ini adalah kesempatan bagi saya untuk mempelajari semua yang saya bisa tentang orang Malaysia dan kecintaan mereka pada makanan".

Dia berencana untuk membawa hidangan Nasi Lemak ke negara suatu hari nanti.

Baca juga: Mutiara Raya Terakhir Lolos Delapan Besar Turnamen HUT Ke-60 PSKTS

Baca juga: Setelah Ustaz Arifin Meninggal, Hanny Kristianto Komentari Alvin Faiz yang Pimpin Az Zikra

Baca juga: Kisah Kesaktian Pedang Panglima Bedil Oyok Berusia 4 Abad Ungkap Keberadaan Kerajaan di Haloban

Kompas.com:  Kisah Pelatih Sepak Bola Profesional Kini Jadi Penjual Nasi Bungkus di Kampus

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved