Breaking News
Rabu, 13 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Pasutri Butuh Rumah Bantuan, Rumah Ambruk Diterjang Angin

Pasangan suami istri (pasutri), Muksin (44) dan Hamidah (40) berharap rumah bantuan layak huni agar bisa ditempati bersama keluarganya

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ ZAKI MUBARAK
Tempat tinggal sepasang suami istri Muskin dan Hamidah, rumah yang mereka tempati ambruk diterjang angin kencang, Sabtu (24/9/2022). 

LHOKSEUMAWE – Pasangan suami istri (pasutri), Muksin (44) dan Hamidah (40) berharap rumah bantuan layak huni agar bisa ditempati bersama keluarganya.

Permintaan itu disampaikan nelayan asal Kota Lhokseumawe menyusul rumah yang ia tempati sebelumnya, sudah ambruk akibat diterjang angin kencang yang terjadi pada Sabtu (17/9/2022) malam lalu.

Awalnya, Muksin dan Hamidah tinggal kawasan Ulee Jalan, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Bangunan rumahnya yang roboh berdinding papan beratap rumbia itu, dibangun di atas tanah wakaf sebuah dayah di kawasan tersebut.

Kini, mereka terpaksa tinggal di rumah orang tuanya pascamusibah tersebut.

Muksin kepada Serambi, Jumat (23/9/2022), secara terbuka mengungkapkan, bahwa dirinya pernah berusaha mencari rumah bantuan.

Namun, sampai saat ini belum juga pernah terwujudkan.

Impiannya untuk memiliki rumah sendiri belum terpenuhi.

“Saya tidak mengerti bagaimana mengurusnya agar bisa mendapatkan rumah bantuan dari pemerintah,” ucap Muksin.

Baca juga: Kapolres Aceh Timur Serahkan Rumah Bantuan untuk Duafa

Baca juga: Rumah Bantuan Milik Janda Miskin di Keumala Pidie Dihantam Badai, Tetap Tinggal, Meski tak Beratap

Namun, dirinya mengaku, sudah mendapatkan tanah hibah dari orang tuanya, agar dirinya bisa membangun rumah sementara di lokasi tanah tersebut.

“Saya tidak punya uang untuk mendirikan rumah itu kembali.

Hidup saya sebagai seorang nelayan yang kadang mendapat rezeki kadang tidak,” sebutnya.

Muksin berharap ada uluran tangan dari pihak dermawan untuk membantu dirinya dan istrinya.

“Saya juga meminta pihak Pemko Lhokseumawe, khususnya Pj Wali Kota untuk bisa memberikan satu unit rumah bantuan kepada keluarga kami, yang hidupnya pas-pasan,” pintanya.

Apalagi, sambungnya, selama ini mereka hanya menerima bantuan masa panik dari pihak terkait.

Selain itu, mereka juga sempat tidur di tenda setelah kejadian.

Karena kondisi hujan dan cuaca saat ini, tentu saja tak memungkinkan tinggal dalam tenda.

Sehingga, mereka mengambil keputusan untuk mengungsi ke rumah orang tua.

“Sekali lagi, tolong kami pak Pj Wali Kota, lihat lah penderitaan kami, hidup saja menumpang di tanah milik orang.

Kini semua sirna setelah rumah yang saya bangun telah roboh akibat musibah alam angin kencang yang terjadi beberapa waktu lalu,” pungkasnya.

Akan Data Dulu

Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Sosial setempat berjanji akan mengupayakan satu unit bantuan rumah layak huni untuk sepasang suami istri di Ulee Jalan, Kecamatan Banda Sakti.

Hal ini setelah rumah mereka ambruk diterjang angin kencang dan hujan lebat.

Sebelumnya, pihak Dinas Sosial sudah menyalurkan bantuan masa panik langsung dilakukan Kepala Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, Muslim Yusuf, didampingi Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penangnanan Fakir Miskin, Nurlina SE MSM.

Bantuan yang disalurkan berupa sembako, sejumlah pakaian, hingga peralatan shalat.

Kepala Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, Muslim Yusuf mengatakan, pihaknya akan mendata dulu dan akan mengusul kepada bidang terkait rumah layak huni.

“Kan dinas terkait yang menangani rumah bantuan adalah Dinas PUPR, jadi kita akan berkoordinasi dulu dengan mereka,” demikian Muslim. (zak)

Baca juga: 23 Rumah Bantuan Pemkab Masih Dikerjakan, Dominan Jatah Pokir Dewan

Baca juga: Warga Kurang Mampu di Delima Terima Rumah Bantuan

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved