Breaking News:

Internasional

Presiden Iran Kutuk Aksi Anarkis, 50 Orang Tewas Selama Kerusuhan

Presiden Iran, Ebrahim Raisi angkat bicara terkait meluasnya aksi demo kematian Mahsa Amini

Editor: bakri

* Batalkan Wawancara karena tak Ber jilbab

TEHERAN - Presiden Iran, Ebrahim Raisi angkat bicara terkait meluasnya aksi demo kematian Mahsa Amini.

Raisi mengutuk keras tindakan anarkis yang membuat kerusuhan dalam aksi tersebut.

Menurutnya, tindakan tersebut hanyalah ingin membuat kerusuhan dan kerusakan.

“Mereka (musuh) ingin mengamuk dan membuat kerusuhan dan gangguan.

Mereka pikir dengan gerakan seperti itu mereka dapat menghentikan bangsa,” kata Raisi di Teheran, Jumat (23/9/2022) setibanya dari PBB.

“Kami telah mengumumkan berkali-kali bahwa jika ada yang memiliki komentar yang adil, kami akan mendengarkannya.

Tapi anarki? Mengganggu keamanan nasional? Keamanan rakyat? Tidak ada yang akan menyerah pada ini,” tambahnya lagi.

Raisi mengancam para oknum yang membuat rusuh sehingga terganggunya keamanan negara.

“Mereka harus sadar bahwa kami sama sekali tidak akan membiarkan keamanan negara dan rakyatnya terancam,” ujarnya.

Diketahui, demonstrasi sudah menyebar luas ke lebih dari 80 kota di Iran, dan didominasi partisipan perempuan yang melambaikan dan membakar jilbab, hingga memotong rambut mereka di depan umum.

Baca juga: Presiden Iran Ebrahim Raisi Bersumpah Akan Selidiki Kematian Mahsa Amini yang Ditahan karena Jilbab

Baca juga: Setahun Kekuasaan Presiden Iran Ebrahim Raisi, Harga-Harga Barang Tak Terkendali, Protes Meluas

Sebuah organisasi yang berbasis di Oslo, Norwegia, Iran Human Rights (IHR), pada Jumat (23/9/2022) mengatakan setidaknya 50 orang telah tewas oleh pasukan keamanan dalam protes anti-pemerintah.

Jumlah ini diketahui lebih dari tiga kali lipat dari jumlah kematian resmi yang dilaporkan pemerintah sebanyak 17 orang, termasuk lima personel keamanan.

Demo telah berkobar di Iran selama delapan malam berturut-turut hingga Jumat (23/9/2022), atas kematian Mahsa Amini.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved