Breaking News:

Berita Jakarta

Jokowi Minta Lukas Enembe Datang ke KPK

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar semua pihak menghormati proses hukum yang ada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Editor: bakri
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Ribuan pendukung Gubernur Papua menggelar unjuk rasa di Taman Imbi, Kota Jayapura, Selasa (20/9/2022). Aspirasi diterima Wakil Ketua I DPR Papua, Yunus Wonda. Massa meminta KPK segera menhentikan kasus Gubernur Papua 

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar semua pihak menghormati proses hukum yang ada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pernyataan Presiden tersebut terkait penetapan Gubernur Papua, Lukas Enembe, sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi APBD Papua.

“Saya kira proses hukum di KPK semua harus hormati,” kata Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (26/9/2022).

Menurut Presiden, semua orang sama di mata hukum.

Karena itu, siapapun yang berperkara harus menghormati panggilan KPK.

“Semua sama di mata hukum.

Dan saya sudah sampaikan agar semuanya menghormati panggilan KPK dan hormati proses hukum yang ada di KPK, semuanya,” pungkas Jokowi.

Untuk diketahui, Lukas Enembe tidak menghadiri panggilan pertama KPK untuk diperiksa pada Senin (12/9/2022) lalu.

KPK sudah melayangkan surat panggilan kedua pada Lukas Enembe untuk diperiksa pada hari ini.

Baca juga: VIDEO Beredar Foto Lukas Enembe Gubernur Papua Saat Main Kasino

Baca juga: MAKI Bongkar Lokasi Lukas Enembe Main Judi di Luar Negeri, Ditemani Wanita di Hotel Mewah

Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan upaya jemput paksa jika Gubernur Papua Lukas Enembe mangkir dari panggilan tim penyidik pada hari ini.

"ICW mendesak KPK agar segera memberikan pesan ultimatum terkait penjemputan paksa kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe, jika hari ini ia tidak hadir memenuhi panggilan penyidik," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana.

Kuasa Hukum Gubernur Papua, Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening, mengomentari pernyataan Presiden Jokowi yang meminta Enembe agar kooperatif menghadiri pemeriksaan di KPK.

Roy mengatakan, pihaknya menghormati pernyataan Presiden Jokowi dimaksud.

Hanya saja, Roy meminta pemakluman Jokowi karena Lukas Enembe masih sakit, sehingga belum bisa memenuhi panggilan penyidik KPK.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved