Breaking News:

Info Cuaca

BMKG: Waspada Cuaca Buruk, Tinggi Gelombang Capai 6 Meter

Wilayah di sekeliling Aceh berpotensi terjadi penguapan air laut yang lebih besar. Sehingga menimbulkan tumbuhnya awan konvektif (awan-awan hujan).

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Sejumlah kendaraan melintas di tengah hujan lebat di kawasan jembatan Pante Pirak, Banda Aceh, Kamis (29/9/2022) sore. 

Laporan Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, mengeluarkan himbauan potensi cuaca buruk berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir dalam beberapa hari ke depan.

Kasi Data BMKG Kelasi I SIM, Zakaria Ahmad mengatakan, dalam tiga hari ke depan, hampir seluruh wilayah di Aceh berpotensi terjadi hujan ringan hingga lebat. Hal tersebut diakibatkan saat ini Aceh mulai memasuki musim penghujan.

“Jadi diperkirakan untuk Aceh dua tiga hari ke depan masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga lebat,” kata Zakaria kepada Serambinews.com.

Ia mengatakan, jika dilihat dari dinamika atmosfer di Aceh hal tersebut sangat mendukung. Dimana, dengan adanya pergerakan masa udara (Rosbi) dari timur ke barat. Kemudian terjadinya belokan angin di wilayah Aceh dan stabilitas atmosfer yang uap airnya mencapai 100 persen.

“Artinya uap air sangat banyak di atas atmosfer kita. Hal tersebut sangat mendukung terjadi hujan lebat di Aceh,” ujarnya.

Selain itu, untuk anomali suhu muka laut di Samudera Hindia bagian Barat Aceh, Laut Andaman dan Selat Malaka begitu tinggi. Bisa dikatakan lanjut Zakaria, disekeliling Aceh sangat berpotensi terjadi penguapan air laut yang lebih besar. Sehingga hal itu itu menimbulkan tumbuhnya awan konvektif (awan-awan hujan).

Waspada Gelombang Tinggi

Dikatakan Zakaria, untuk ketinggian gelombang dalam tiga hari kedepan terbilang cukup tinggi antara 2,5 meter hingga 4 meter di area Utara Sabang, Pesisir Barat Aceh dan Selata Malaka Bagian Utara. Sementara untuk daerah Samudera Hindia Barat Aceh, ketinggian gelombang mencapai 6 meter.

“Ini artinya sangat membahayakan bagi nelayan dan penyedia jasa penyeberangan. Namun untuk penyeberangan Banda Aceh - Sabang dan Simeulue - Meulaboh, ketinggian gelombang masih dalam kategori sedang antara 1,25 meter hingga 2,50 meter,” jelasnya.

Selain itu kata dia, untuk wilayah kepulauan seperti Simeulue, Pulo Aceh dan Sabanh, harap waspada akan potensi angin kencang. Angin kencang tersebut dapat merobohkan pohon-pohon dan atap rumah. Potensi angin kencang itu juga terjadi di sebagian wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh.

Zakaria mengatakan, BMKG menghimbau untuk masyarakat yang berada di daratan agar waspada terhadap pohon tumbang dan banjir genangan serta luapan. 

“Untuk masyarakat tepi kali, harap lebih waspada terhadap banjir luapan dan kiriman dari hulu sungai,” pinta Zakaria.

Selain itu, untuk wilayah perkotaan harap waspada akan terjadinya potensi banjir genangan. Sebab, untuk daerah perkotaan, banyak ditemukan tanah-tanah resapan. “Ini sangat berpotensi terhadap banjir genangan,” ucapnya.

Selain itu pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat, selama musim penghujan ini agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Terlebih kata dia, sampah-sampah yang dapat mengenangi air.

Hal tersebut menurutnya sangat membahayakan. Dimana ketika air tertampung, akan melahirkan jentik-jentik nyamuk. “Karena dari jentik itu nantinya, kita bisa terkenan demam berdarah. Hal itu harap masyarakat lebih menjaga kesehatannya,” pungkasnya.(*)

Baca juga: Malaysia Akan Lawan Ahli Waris Kesultanan Sulu yang Ingin Sita Asetnya di Belanda

Baca juga: Sempat Kosong Akibat Putusnya Jalan di Pakpak Bharat, Warga Subulussalam Padati SPBU Berburu BBM

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved