Breaking News:

Shalat Ghaib

HUDA dan MPU Sabang Imbau Shalat Ghaib untuk Ulama Abu Tumin, Begini Niatnya

MPU dan HUDA Kota Sabang mengajak pengurus masjid se–Kota Sabang menggelar Shalat Ghaib untuk Alm Abu Tumin Blang Blahdeh usai shalat jumat hari ini.

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Abu tumin 

Laporan Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Himpunan Ulama dayah Aceh (HUDA) Kota Sabang dan MPU Kota Sabang membuat surat edaran yang mengajak pengurus masjid se–Kota Sabang, agar menggelar Shalat Ghaib untuk Alm Tgk H Muhammad Amin Bin H Mahmud ( Abu Tumin Blang Bladeh).

Pelaksanaannya diimbau dilakukan pada Jumat (30/9/2022) hari ini. Ulama kharismatik Aceh Abu Tumin Blang Bladeh telah berpulang ke rahmatullah pada Selasa (27/9/2022). Beliau dikabarkan meninggal di RS Fauziah Bireuen.

Dalam buku panduan shalat sunah dan sholat khusus dari Sa'id bin Ali bin Wahaf Al Qahthani dijelaskan, shalat ghaib merupakan shalat yang dilakukan untuk jenazah yang tidak ada di tempat pelaksanaan shalat.

Ibnu Qudamah menjelaskan bahwa waktu bolehnya melaksanakan Shalat Ghaib itu selama sebulan sebagaimana menshalati jenazah di dekat kuburnya. Adapun tata cara pelaksaanaan sholat ghaib sama seperti sholat jenazah yang jenazahnya berada di hadapan jamaah shalat, yaitu dengan berdiri dan empat kali takbir. 

Shalat Ghaib itu dilakukan dengan niat khusus lalu menghadap kiblat. Niat yang bisa dibaca adalah sebagai berikut.

Niat Shalat Ghaib, Jika jenazah laki-laki:

أُصَلِّي عَلَى مَيِّتِ (فُلَانِ) الْغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى   

Ushalli ‘ala mayyiti (fulân/sebut nama almarhum) al-gho-ibi arba’a takbiratin fardhol kifayati imaman/ma’muman lillahi ta’ala.   

Artinya: “Saya menyalati jenazah ‘Si Fulan (sebutkan namanya)’ yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’ala. 

Jika jenazahnya perempuan, 

أُصَلِّي عَلَى مَيِّتَةِ (فُلَانَةٍ) الْغَائِبَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ  فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى  

Ushalli ‘ala mayyitati (fulân/sebut nama almarhumah) al-ghoibati arba’a takbiratin fardhol kifayati imaman/ma’muman lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya menyalati jenazah ‘Si Fulanah (sebutkan namanya)’ yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’ala.(*)

Baca juga: Abu Tumin Dishalatkan Belasan Kali, Dikebumikan di Kompleks Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam

Baca juga: UAS Sampaikan Ucapan Belasungkawa dan Kirimkan Al-Fatihah kepada Abu Tumin Blang Bladeh

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved