Berita Tarkam
Pukul Damura Garot, Mutiara Raya ke Final HUT PSKTS
Menit 35, pemain bawah Damura Garot melakukan pelanggaran dengan menyelamatkan si kulit bundar dengan menggunakan tangan.
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Tekad skuadra Damura FC Garot untuk menjejak kaki ke final turnamen sepakbola HUT PSKTS Kembang Tanjong.
M Ali dkk dipaksa menyerah 0-2 di tangan punggawa Mutiara Raya Beureunuen.
Duel babak semifinal itu dipentaskan di Lapangan Kembang Tanjong, Pidie, Jumat (30/9/2022).
Dengan hasil itu, anak-anak Beureunuen akan bertemu PSP Singa Pucok Geumpang di partai final.
Mutiara Raya diperkuat Fikri, Iwan Sadri, Arianto, Khuzari Kriwil, Rahul, Alfarizi, Irfanda Usman, Muzakir Mane, Jumal Iskandar, Afdalul Basyar, dan Henim ‘Pele’ Musawir berinisiatif menekan lawan.
Menit 35, pemain bawah Damura Garot melakukan pelanggaran dengan menyelamatkan si kulit bundar dengan menggunakan tangan.
Aksi itu dilakukan pemain Damura setelah penjaga gawang mereka, M Ali melaju ke depan.
Tindakan itu membuat wasit menghadiahkan tendangan penalti untuk Mutiara Raya.
Tapi, keputusan wasit menghadiahkan kartu kuning kepada pemain Damura diprotek Mutiara Raya.
Ya, mereka menilai bek Damura Garot dengan sengaja melakukan hands-ball untuk menghindari gol ke gawang mereka.
Muzakir Mane yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses melakukan tugasnya dengan baik.
Baca juga: Kandaskan Hadrah, Mutiara Raya ke Semifinal HUT PSKTS, Besok, PSP Singa Pucok Vs Olympus Laweung
Baca juga: HUT PSKTS Kembang Tanjong, Singa Pucok Terkam Tuan Rumah, Besok Olimpus United Versus Cakrawala
Baca juga: PSKTS Hajar Putra Daboih dalam Turnamen Sepakbola HUT Ke-60 PSKTS di Lapangan Kembang Tanjong
Baca juga: Pelantikan PSKTS, Bulek Apresiasikan Semangat Masyarakat Kembang Tanjong Mengurusi Persepakbolaan
Kecolongan 0-1, Damura diperkuat M Ali, Raja Jibral, Darkasyi, Amirul Akbar, Mursal Zulfikar, M Fikri, Yusrival Zainal, Dian Andriansyah, Fadil dan Irfandani mencoba bangkit.
Mereka terus mengepung pertahanan lawan.
Meski memiliki peluang di depan mata, namun usaha Damura belum membuahkan gol.
Turun minum, kedudukan tetap 1-0 untuk Mutiara Raya FC.
Striker Mutiara Raya asal Lambeugak, Aceh Besar, Pele mencetak gol indah pada menit 54.
Betapa tidak, tendangan jarak jauh Pele sukses mengoyak jala Damura.
2-0 untuk Beureunuen.
Meski anak-anak Garot sempat bangkit di masa injuri time, tapi gagal menyamakan kedudukan.
Ketua Panitia, Iwan Rajesh kepada Serambi, Jumat (30/9/2022) petang, mengatakan, untuk partai final akan digelar Minggu (2/10/2022) besok.
Di mana Singa Pucok Geumpang bertemu Mutiara Raya.
Sementara untuk tarung Sabtu (31/9/2022), akan digelar laga persahabatan Soeratin PSKTS menjamu Banda Aceh.
Geumpang Amankan Tiket Final
Tim asal Geumpang, PS Singa Pucok Geumpang sukses menyegel satu tiket ke final turnamen sepakbola HUT Ke-60 PSKTS Kembang Tanjong.
Hasil manis didapat mereka setelah menang tipis atas Olympus United Laweung, 1-0, di Lapangan PSKTS Kembang Tanjong, Pidie, Kamis (29/9/2022).
Dengan hasil ini, anak-anak Geumpang akan bertanding di partai final yang dipentaskan Minggu (2/10/2022).
Mereka akan menunggu hasil pertandiangan antara Damura FC Garot melawan Mutiara Raya Beureunuen.
Baca juga: Perkuat P5 Kurikulum Merdeka, Plt Kadisdikbud Aceh Besar Serahkan Bibit Pepaya untuk SMPN Ali Hasjmy
Baca juga: Putri Candrawathi Menangis: Mohon Izin Titipkan Anak Saya di Rumah dan Sekolah
Baca juga: Warga Burkina Faso Dikejutkan Letusan Senjata, Dikhawatirkan Pemberontak Mulai Beraksi
Baca juga: Kondisi di Lokasi Amblasnya Jalan Nasional Pakpak Bharat, Arus Lalulintas Aceh-Sumut Sempat Lumpuh
Pemenang dari duel semifinal sore nanti, akan melawan Singa Pucok Geumpang di partai puncak.
Keberhasilan Azizi menembus pertandingan final tentu saja menjadi kejutan.
Bukan rahasia lagi, anak-anak Geumpang tak diunggulkan dalam turnamen berhadiah Rp 30 itu.
Berlahan tapi pasti, mereka mulai diperhitungkan ketika sukses mempermalukan tuan rumah PSKTS 2-1 di babak perempatfinal.
Pendukung Geumpang pantas berterima kasih kepada playmaker mereka, Raja Nainggolan.
Ya, dia sukses tampil menjadi pahlawan.
Gol tunggal yang bersarang ke gawang Olympus United United dihasilkan melalui jasa Raja Nainggolan.
Tarung Olympus United versus PSP Singa Pucok Geumpang berjalan ketat sejak kick-off.
Aksi memburu si kulit bundar langsung tersaji di lapangan hijau.
Kedua kesebelasan sama-sama berambisi untuk keluar sebagai pemenang.
Olympus United Laweung bermatrikan Munawar, Nara Ihsan, Munawir, Kemal, Saryulis, T Nurfadhil, Khalis, Wahyu, Anang, Dekwan dan Fajar Basri tampil menawan.
Khalis, Wahyu dan Fajar bekerja keras meneror pertahanan bawah Singa Pucok.
Berulang kali tekanan dilancarkan anak-anak Laweung kerap merepotkan barisan bawah lawan.
Hanya saja, serangan silih berganti itu gagal membuahkan gol.
Hal itu akibat buruknya penyelesaian akhir.
Sehingga gol yang dinantikan tak kunjung lahir.
Sebaliknya, PSP Singa Pucok diperkuat Banta Azmi, Jakir, Ayie Ramos, Miswar, Boy, Yoyo, Wardi Nakata, Ihsan Yuli, Azizi AB, Bello dan Sabirin Idi bermain terbuka.
Awak Geumpang memang mengusung misi tak ingin menjadi pencundang.
Sehingga dengan kekuatan penuh Singa Pucok terus membongkar pertahanan lawan.
Namun, serangan dibangun Singa Pucok mampu dipatahkan barisan bawah Laweung.
Hingga turun minum, kedudukan tetap 0-0.
Lima menit babak kedua bergulir, kubu Geumpang bersorak.
Ribuan penonton yang memadati lapangan juga bergembira.
Ya, anak-anak Geumpang berhasil memecahkan kebuntuan.
Mereka akhirinya sukses merobek gawang Laweung.
Pemain pengganti, Raja Naiggolan dimasukkan memperkuat serangan Singa Pucok.
Ternyata, pada menit ke-50, tusukan Raja Nainggolan mengoyak jala Olympus United.
Hingga pluit panjang dibunyikan wasit Singa Pucok unggul, 1-0.(*)
Baca juga: VIDEO Kejaksaan Negeri Langsa Bakar dan Tenggelamkan Tiga Kapal Asing Penangkap Ikan Ilegal
Baca juga: VIDEO - Hadapi PORA 2022, Atlet Pidie Lakukan Pemusatan Latihan
Baca juga: VIDEO Ibunda Meninggal saat Hendak Saksikan Prosesi Wisuda, Baru Tiba dari Papua
Baca juga: VIDEO Bus Pemain Pesik Kuningan Dihujani Batu saat Pulang Tanding Lawan PSGJ Cirebon