Rabu, 3 Juni 2026

Niat Hati Ingin Bulan Madu Gagal, Pasutri Ini Meninggal di Hotel Daerah Karanganyar

Niat hati ingin bulan madu sepasang suami istri meninggal saat ngamar di hotel daerah Karanganyar.

Tayang:
Editor: Amirullah
freepik.com
Suami Istri meninggal saat bulan madu 

SERAMBINEWS.COM - Sepasang suami istri meninggal saat ngamar di hotel.

Pasutri ini awalnya berniat mau bulan madu, namun ajal menjemput mereka.

Suami istri meninggal ini saat ngamar di hotel daerah Karanganyar.

Pasutri berinisial BS (30) dan BH (27) asal Solo tak disangka meninggal dunia setelah bulan madu di hotel kecamatan Karangpandan, Karanganyar.

Kematian keduanya diketahui pada saat siang hari Senin 3 Oktober 2022.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, laki-laki berinisial BS dan perempuan berinisial BH diketahui melangsungkan pernikahan pada Kamis (29/9/2022).

Penmas Si Humas Polres Karanganyar, Bripka Sakti menyampaikan, pasutri tersebut semula menginap di hotel sejak Sabtu (1/10/2022) sekira pukul 16.35.

Lantaran waktu menginap hotel selesai pada Minggu (2/10/2022) pukul 12.00, kemudian yang bersangkutan menghubungi bagian resepsionis untuk meminta tambahan waktu hingga pukul 16.00.

"Kemudian pukul 17.22, korban dihubungi melalui chat WA oleh resepsionis tapi tidak ada respon. Pihak resepsionis menganggap bahwa korban memperpanjang sampai hari berikutnya. Kemudian pada Senin (3/10/2022) pukul 12.00 pihak resepsionis menghubungi lagi tapi tidak ada respon," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin malam.

Jenazah dibawa ke dalam ambulance usai pemeriksaan di RSUD Karanganyar
Jenazah dibawa ke dalam ambulance usai pemeriksaan di RSUD Karanganyar untuk kemudian diantarkan menuju ke rumah duka wilayah Kota Solo, Senin (3/10/2022) malam. (Dok. Polsek Karangpandan)


Hingga akhirnya saat dicek ke dalam kamar, lanjutnya, pasutri tersebut sudah meninggal dunia. Pihak hotel lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karangpandan.

Jenazah kemudian dibawa menuju ke RSUD Karanganyar dengan menggunakan ambulance miliki relawan.

"Dari keterangan dokter, penyebab kematian kedua korban diduga minum suplemen atau obat kuat sehingga memacu denyut jantung yang mengakibatkan pembuluh darah pecah," ucapnya.

Dia menuturkan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh pasutri tersebut setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka usai menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

"Pihak keluarga tidak keberatan membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi dan tidak menuntut secara hukum terhadap siapapun atas meninggalnya korban," terangnya.

Sumber: TribunNewsmaker
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved