Minggu, 14 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Pemimpin Chechen Kirim 3 Anaknya Bergabung Pasukan Rusia Lawan Ukraina

Pemimpin Chechen Pro-Rusia, Ramzan Kadyrov, mengaku mengirimkan tiga putra remajanya ke Ukraina untuk bertempur membela Moskow

Tayang:
Editor: bakri
Foto: Saudi Press Agency
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov melaksanakan shalat Jumat (8/7/2022) di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. 

Wakil ketua parlemen (Duma) sekaligus mantan jenderal Rusia, Letnan Jenderal Andrei Gurulev, mengatakan dia tidak bisa menjelaskan tentang "menyerahnya" pasukan Negeri Beruang Merah dari sudut pandang militer.

"Saya tidak mengerti mengapa mereka (militer Rusia) tidak menilai dengan benar situasi pada waktu itu, tidak memperkuat pasukan," kata Gurulev kepada saluran digital pro-Kremlin, Soloviev Live, pada Minggu (2/10/2022).

"Ini mungkin tonggak penting tidak hanya militer, tetapi juga politik, terutama sekarang," kata eks Komandan Angkatan Darat Rusia ke-58 itu menambahkan.

Gurulev bahkan mengkritik rezim Putin yang dinilainya banyak menutupi situasi sebenarnya terkait operasi militer Rusia di Ukraina.

Baca juga: Presiden Rusia Telepon Raja Bahrain, Bahas Perdamaian Abadi

Intel Ukraina: Ancaman Nuklir Sangat Tinggi

Seorang pembantu utama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan komunitas intelijen Ukraina percaya bahwa ancaman pasukan Rusia yang menggunakan senjata nuklir sangat tinggi.

Ini menyusul serangkaian kerugian memalukan bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dilansir The Hill, dalam op-ed yang diterbitkan di The Atlantic pada Jumat (30/9/2022), Andriy Yermak, kepala kantor presiden Ukraina, mengatakan para pejabat Ukraina tidak menganggap ancaman Rusia untuk menggunakan senjata nuklir sebagai omong kosong.

“Badan intelijen kami menilai ancaman penggunaan senjata nuklir taktis Rusia sebagai hal yang sangat tinggi.

Dan kesediaan Rusia untuk membuat ancaman nuklir menghadirkan krisis tidak hanya untuk Ukraina, tetapi untuk setiap negara di Bumi,” tulis Yermak.

“Tanggapan terhadap pemerasan nuklir Rusia harus sengit dan tegas, menolak gagasan untuk membuat konsesi kepada agresor nuklir,” lanjutnya.

Jika tidak, Yermak memperingatkan, setiap rezim diktator akan berebut untuk mencapai senjata nuklir, dan negara-negara non-nuklir akan melakukan hal yang sama dalam membela diri.

“Perjanjian nonproliferasi tidak akan ada artinya.

Perang nuklir, dengan jutaan korban, akan menyusul,” katanya.

Baca juga: Rusia Tarik Pasukannya dari Donetsk Wilayah Ukraina yang Dicaplok, Tanda Kemunduran Vladimir Putin

Peringatan dari Yermak datang di tengah ancaman dari Putin untuk menggunakan segala cara yang diperlukan untuk memenangkan perang di Ukraina.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved