Kesehatan
Mau Menikah? dr Boyke Anjurkan Calon Pengantin Lakukan Premarital Check Up, Apa Itu?
Bagi calon pengantin yang mau menikah, Seksolog dr Boyke menganjurkan agar calon suami istri segera melakukan premarital check up, apa itu?
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Ansari Hasyim
Mau Menikah? dr Boyke Anjurkan Calon Pengantin Lakukan Premarital Check Up, Apa Itu?
SERAMBINEWS.COM - Bagi calon pengantin yang mau menikah, Seksolog dr Boyke menganjurkan agar calon suami istri segera melakukan premarital check up, apa itu?
Sebelum pernikahan, ada banyak hal yang harus disiapkan calon pengantin.
Persiapan tersebut meliputi menentukan tanggal akad, membeli seserahan dan mahar, hingga mengurus administrasi di KUA.
Tak kalah penting, calon pengantin juga harus menyempatkan diri untuk melakukan premarital check up.
Pentingnya melakukan premarital check up juga dianjurkan oleh seksolog ternama, dr Boyke.
Dilansir Serambinews.com dari kanal YouTube ToNightShowNet pada Jumat (7/10/2022), dr Boyke mengatakan, bagi calon pengantin yang ingin menikah, baik laki-laki dan perempuan wajib melakukan premarital check up.
Baca juga: Khusus PASUTRI! Mau Hubungan Intim Lebih Menyenangkan? Ini 3 Tips Ala Seksolog dr Boyke
"Setiap pasangan yang mau menikah, lakukan prematerial check up, artinya apa diperiksa calon suaminya dan calon istrinya," kata dr Boyke saat menjawab pertanyaan terkait hal apa saja yang dilakukan pasangan saat mau menikah.
Lantas, apa itu premarital check up?
Dikutip dari laman itjen.kemdikbud, dr Novrina W Resti mengatakan, pernikahan bukan hanya soal pesta meriah yang harus disiapkan.
Namun lebih dari itu, kesiapan fisik dan kesehatan individu calon pengantin juga penting diperhatikan.
"Janganlah lupa bahwa bukan hanya acara atau pesta pernikahan meriah yang harus dipersiapkan. Kesiapan fisik dan kesehatan individu calon pengantin juga penting diperhatikan," kata dr Novrina W Resti.
Kesehatan calon pengantin perlu diperiksa bagi calon pengantin yang mau menikah.
Baca juga: Miss V Lebih Rapat dan Kencang, Seksolog dr Boyke Anjurkan Wanita Sering Minum Ramuan Ini
Pemeriksaan kesehatan ini disebut juga sebagai premarital check up atau pemeriksaan pranikah.
Lebih lanjut, dokter klinik di itjen Kemendikbudristek itu menjelaskan, pemeriksaan pranikah atau premarital check-up adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum menikah oleh kedua pasangan calon pengantin.
Pemeriksaan kesehatan pranikah sebaiknya dilakukan untuk mencegah penularan penyakit infeksi, atau pun risiko penyakit genetik atau keturunan bagi calon buah hati di masa depan.
Jenis-jenis pemeriksaan yang umumnya dilakukan pada pemeriksaan pranikah adalah:
- Pemeriksaan Golongan Darah
Pemeriksaan golongan darah berguna untuk mengetahui jenis golongan darah masing-masing pasangan sehinga dapat diprediksi golongan darah anak mereka nantinya.
Pada bayi baru lahir terdapat risiko penyakit hemolitik atau hemolytic disease of the newborn (HDN) yaitu kelainan darah pada bayi baru lahir yang menyebabkan pemecahan atau kerusakan sel darah.
Baca juga: 85 Persen Pria di Indonesia Mengalaminya, Ternyata Inilah 3 Penyebab Ejakulasi Dini Kata dr Boyke
Salah satu penyebab penyakit hemolitik pada bayi adalah perbedaan resus (Rh) atau golongan darah antara ibu dan bayi.
Kondisi ini disebut incompatibility ABO blood group atau pun Rh incompatibility.
Risiko meningkat pada ibu golongan darah O yang melahirkan bayi dengan golongan darah berbeda baik A, B, atau AB.
Kondisi inkompatibilitas biasanya lebih berat pada inkompatibilitas resus (Rh).
Hal ini terjadi karena antibodi ibu menyebabkan kerusakan sel darah merah bayi dengan golongan darah berbeda sehingga pemeriksaan golongan darah pada pemeriksaan pranikah sangat diperlukan untuk mengetahui prediksi golongan darah ibu dan bayi.
- Pemeriksaan Kelainan Darah
Beberapa penyakit kelainan darah umumnya dapat mempengaruhi kondisi kehamilan dan dapat berisiko diturunkan pada bayi.
Penyakit kelainan pada darah di antaranya thalasemia dan hemofilia.
Baca juga: dr Boyke Sarankan Suami Sentuh Bagian Ini pada Istri, Hubungan Rumah Tangga Makin Erat dan Harmonis
Thalasemia adalah penyakit keturunan berupa kelainan darah yang disebabkan tubuh tidak dapat membentuk haemoglobin yang cukup sehingga sel darah merah tidak berfungsi maksimal dan sel darah merah memiliki usia yang lebih pendek.
Salah satu fungsi sel darah merah adalah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Adapun hemofilia merupakan penyakit keturunan berupa gangguan pembekuan darah sehingga darah tidak dapat membeku dengan baik.
Hal ini juga dapat memicu perdarahan spontan atau pun perdarahan yang dipicu luka atau pembedahan.
Umumnya, hemofilia terjadi karena kelainan pada faktor pembekuan yaitu factor VIII (faktor 8) atau faktor IX (faktor 9).
- Pemeriksaan Penyakit Menular Seksual
Penyakit menular seksual adalah penyakit infeksi yang umumnya ditularkan melalui hubungan intim atau hubungan seksual.
Terdapat berbagai jenis penyakit menular seksual, dan terkadang dapat mengenai seseorang tanpa adanya gejala.
Baca juga: Lama Belum Tentu Menyenangkan Kata dr Boyke, Inilah Durasi yang Pas Berhubungan Intim Bagi PASUTRI
Contoh penyakit menular seksual di antaranya sifilis, gonore, HIV, dan lain-lain.
Pemeriksaan ini sangat diperlukan untuk mengetahui status infeksi seorang pasangan.
- Pemeriksaan Penyakit Genetik
Terdapat beberapa risiko penyakit yang dapat diturunkan secara genetik di antaranya hipertensi, diabetes, kanker, alergi (asma, dermatitis atopi, dll.), thalasemia, hemofilia, dll.
Jika penyakit ini dapat dideteksi sejak dini, pasangan dapat ditangani atau diobati sejak awal sehingga mengurangi resiko komplikasi ataupun gangguan pada saat perencanaan kehamilan nantinya.
Bagi para calon pengantin baik pria maupun wanita ada baiknya jika melakukan pemeriksaan pranikah.
dr Novrina menganjurkan, pemeriksaan premarital check up ini sebaiknya dilakukan 3-6 bulan sebelum hari pernikahan sehingga dapat diantisipasi penanganannya sebelum hari pernikahan tiba.
(Serambinews.com/Firdha Ustin)