Berita Jakarta

Mentan Pastikan Stok Beras Aman

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, menjamin pasokan beras Indonesia aman

Editor: bakri
KOMPAS.com/ Nugraha Perdana
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat diwawancarai usai kegiatan Rembug Utama Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA) di Kota Batu, Jawa Timur pada Jumat (16/9/2022). 

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, menjamin pasokan beras Indonesia aman.

Menurutnya, stok beras Indonesia surplus 10 juta ton. "(Stok beras) aman dong.

Kita punya stok dan neraca kita masih surplus 10 juta ton.

Dimana persoalannya? Kamu mau berapa ton? Mau beli berapa, ayo," ujar Mentan saat dijumpai di kantornya, Jakarta, Kamis (6/10/2022).

Hanya saja, Mentan SYL enggan untuk berkomentar terkait penyebab kenaikan harga komoditas beras.

Sebab, menurut dia, persoalan kenaikan beras bukan menjadi tugas dan tanggung jawabnya, kecuali yang berkaitan dengan stok.

"Kalau untuk harga jangan tanya Kementan, masalah produktivitas neraca kita plus, kalau bawa beras jual kemana itu bukan (urusan) saya, bukan tupoksi saya," ungkapnya.

Baca juga: Aceh Harus Perkuat Industri Hilir, Ironi Kebutuhan Beras

Baca juga: Harga Beras Bergerak Naik, Permintaan Pasar Meningkat

Mentan Syahrul Yasin Limpo juga mengatakan, Indonesia siap menghadapi ancaman krisis pangan dunia.

Sebab kata dia, pihaknya sudah memiliki berbagai program dan cara untuk menghadapi krisis pangan.

Salah satunya yakni jika harga beras dan jagung melonjak tinggi lantaran krisis, pemerintah tak segan-segan mensubsitusi dengan sagu.

"Sekrisis apapun, Kementan itu sudah siap (hadapi ancaman krisis pangan dunia), sudah ada program.

Beras, kalau memang harganya tidak bersahabat potong semua pohon sagu yang ada," ujarnya, dalam acara Kegiatan Pembekalan Penyuluhan Pertanian Nasional dengan tema Penyuluh Hebat, Pertanian Kuat di Jakara, Kamis (6/10/2022).

"Kita masih punya 5 juta hektar sagu.

Potong 1 juta hektar sudah bisa bertahan 1-2 tahun, makan sagu saja.

Apalagi sorgum kita masih bisa produksi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved