Breaking News:

Internasional

PBB Umumkan 1 Juta Warga Myanmar Mengungsi Seusai Kudeta Dilakukan Junta Militer

PBB menyatakan sudah lebih dari juta warga Myanmar mengungsi seusai militer melakukan kudeta tahun lalu.

Editor: M Nur Pakar
ANADOLU AGENCY/STRINGER
Orang-orang dengan topeng mereka menggelar demonstrasi untuk memprotes kudeta militer di Yangon, Myanmar pada 4 April 2021. 

SERAMBINEWS.COM, YANGON - PBB menyatakan sudah lebih dari juta warga Myanmar mengungsi seusai militer melakukan kudeta tahun lalu.

Negara Asia Tenggara itu berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintah Aung San Suu Kyi tahun lalu, yang memicu perlawanan bersenjata yang meluas.

Junta militer telah menanggapi dengan tindakan keras yang menurut kelompok hak asasi manusia termasuk meratakan desa.

Bahkan, pembunuhan massal di luar proses hukum dan serangan udara terhadap warga sipil.

Sejak kudeta sampai September 2022, sebanyak 1.017.000 orang telah mengungsi, kata UNICEF dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP, Jumat (7/10/2022).

Ditambahkan, lebih dari setengah dari mereka yang terpaksa melarikan diri berada di wilayah Sagaing baratlaut negara itu.

Baca juga: Australia Minta Junta Militer Myanmar Bebaskan Warga Negaranya

Para pengungsi telah menyaksikan beberapa pertempuran paling sengit.

Ada tantangan untuk memberikan bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut, kata UNICEF.

Sagaing dilintasi oleh pasukan junta, milisi pro-militer dan pejuang anti-kudeta dan pihak berwenang secara teratur memutus akses Internet.

Lebih dari 12.000 properti sipil diperkirakan telah dibakar atau dihancurkan di seluruh Myanmar sejak kudeta, kata badan kemanusiaan PBB UNOCHA pada Mei 2022.

Bulan lalu, sedikitnya 11 anak sekolah tewas dalam serangan udara dan penembakan di sebuah desa di Sagaing.

Serangan yang menurut junta militer menargetkan pemberontak yang bersembunyi di daerah itu.

Baca juga: Serangan Udara Junta Militer Myanmar Salah Sasaran, Tewaskan 11 Anak Sekolah

Upaya diplomatik untuk mengakhiri krisis belum juga berhasil.

Bahkan, ASEAN yang ingin memfasilitasi dialog antara militer dan lawan-lawannya serta pengiriman bantuan kemanusiaan telah diabaikan oleh junta militer Myanmar.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved