Berita Subulussalam
Soroti Pembangunan PLTA Lae Kombih, YARA Subulussalam Ingatkan Pemerintah Soal Dampak Lingkungan
Ketua YARA Perwakilan Subulussalam ini menyoroti rencana pembangunan PLTA di Lae Kombih yang kini sudah dalam proses, termasuk pembebasan lahan seluas
Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
Ketua YARA Perwakilan Subulussalam ini menyoroti rencana pembangunan PLTA di Lae Kombih yang kini sudah dalam proses, termasuk pembebasan lahan seluas 66 hektare di dua desa, yakni Lae Ikan dan Jontor.
Laporan Khalidin I Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Lae Kombih atau PLTA Kumbih 3 45 MW di Kota Subulussalam mulai mendapat sorotan dari kalangan aktivis LSM setempat.
Seperti disampaikan Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam, Edi Saputra Bako dalam keterangan persnya kepada Serambinews.com, Senin (10/10/2022).
Ketua YARA Perwakilan Subulussalam ini menyoroti rencana pembangunan PLTA di Lae Kombih yang kini sudah dalam proses, termasuk pembebasan lahan seluas 66 hektare di dua desa, yakni Lae Ikan dan Jontor.
Menurut Edi Sahputra, lokasi rencana PLTA berada di kawasan Taman Hutan Rakyat Lae Kombih yang notabene penyangga habitat endemik pohon kapur.
Padahal, kata Edi pohon kapur yang termasuk kekayaan alam Kota Subulussalam dan Indonesia ini mulai langka dan akan terancam, jika proyek PLTA di sana beroperasi.
Baca juga: VIDEO Beudoh Neuk, Beudoh Aneuk Mak Tangis Keluarga Korban Mobil Masuk Jurang di Sungai Lae Kombih
Harusnya, kata Edi hutan kapur tersebut dijaga bersama agar habitatnya terjamin di tengah gempuran pembukaan lahan.
Edi mengatakan kehadiran PLTA tersebut dikhawatirkan memengaruhi kondisi lingkungan yang ada.
Dia bahkan mempertanyakan soal izin lingkungan pembangunan PLTA ini sudah ada apa belum.
Begitu juga soal dokumen analisis mengenai dampak lingkungan atau Amdal serta kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) proyek PLTA tersebut.
Sebab lanjut Edi, keberadaan pepohonan dan kekayaan alam di dalamnya jangan sampai dirusak akibat proyek PLTA.
Edi juga mengkhawatirkan jika debit air Lae Kombih semakin kecil karena dibendung, berdampak pada perkembangbiakan ikan air tawar di sana.
Baca juga: Jasad ke-4 Korban Mobil Jatuh yang Ditemukan di Sungai Lae Kombih Subulussalam Adalah Wanita Muda
"Ikan-ikan air tawar bisa terganggu dan terancam keanekaragaman jenis ikan akan punah karena ikan berkembang biaknya di hulu sungai, tentu itu sangat mempengaruhi bagi perekonomian masyarakat yang berfropesi sebagai nelayan," ujar Edi.
Karenanya, Edi mengatakan seharusnya ada kajian ahli yang kompeten dan independen tentang dampak lingkungan ketika PLTA ini dibangun yang dijabarkan secara visual.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Edi-soroti-PLTA-Lae-Kombih.jpg)