Berita Banda Aceh
Stok Beras di Penggilingan Menipis, Bulog Aceh Pasok Beras dari Luar, Harga Padi Rp 5.400/Kilogram
Namun, stok padi sejumlah tempat penggilingan di Aceh malah menipis, bahkan ada yang kosong karena rendahnya hasil produksi padi kali ini, sehingga ha
Penulis: Herianto | Editor: Mursal Ismail
Namun, stok padi sejumlah tempat penggilingan di Aceh malah menipis, bahkan ada yang kosong karena rendahnya hasil produksi padi kali ini, sehingga harga pun menjadi mahal dibanding musim panen biasanya.
Laporan Herianto | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Petani padi di berbagai daerah sentra produsen gabah di Aceh, seperti Aceh Besar, Pidie, Pijay, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang dan pesisir pantai Barat - Selatan Aceh, saat ini sedang panen musim tanam gadu.
Namun, stok padi sejumlah tempat penggilingan di Aceh malah menipis, bahkan ada yang kosong karena rendahnya hasil produksi padi kali ini, sehingga harga pun menjadi mahal dibanding musim panen biasanya.
Setidaknya hal ini disampaikan Ketua Perpadi Aceh, Darmawan, kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Senin (10/10/2022).
“Pihak pengusaha kilang padi di berbagai dearah yang dimintai penjelasan dan laporannya, mereka melaporkan kepada kami, stok padi dan beras yang dimiliki penggilingan mulai menipis.
Bahkan ada yang stoknya sudah kosong karena pengaruh produksi rendah dan harga gabah mahal,” kata Darmawan.
Baca juga: Harga Padi Panen di Pidie Dijual Rp 5.400 Per Kg, Sayang Hasil Panen Turun Akibat Krisis Air
Oleh karena itu, kata Darmawan, Bulog Aceh, perlu mengantisipasi lonjakan harga beras di berbagai daerah dengan menambahk pasokan dan menggelar operasi pasar beras di Aceh.
Dengan demikian harganya tidak melonjak terlalu tinggi, terutama untuk beras kualitas medium.
Darmawan mengatakan di beberapa kecamatan di Aceh Besar, saat ini memang sedang panen padi gadu.
Antara lain di Kecamtan Indrapuri, Simpang Tiga, Jantho, Lhong, Lamteuba, dan beberapa kecamatan lainnya.
Berhubung luas sawah yang panen terbatas dan produksi panen padinya juga tidak banyak, maka harga beli gabah kering panen (GKP) menjadi mahal mencapai antara Rp 5.200 – Rp 5.400/Kg.
Darmawan mengatakan jika harga beli padi sudah di atas Rp 5 ribu per kilogram, maka harga jual beras sudah pasti di atas harga jual beras eceran pemerintah yang dijual Bulog.
Baca juga: VIDEO Puan Maharani Kembali Jadi Sorotan, Usai Menanam Padi Dengan Berjalan Maju
HET Beras Bulog Rp 9.950/Kg, sedangkan harga jual beras kualitas medium penggilingan padi sudah antara Rp 11.000 – Rp 12.000/Kg.
Harga jual beras dari penggilingan padi saat ini, menurut Darmawan, sudah berada di atas Rp 10.000/Kg.
Kalau harga berasnya sudah berada di atas itu, maka harga jual beras medium secara eceran di pasar untuk karung isi 15 Kg sudah berada di atas Rp 160.000 per zak (15 Kg).
Tepatnya sekitar Rp 165 ribu hingga Rp 170 ribu per zak (15 Kg, dan beras kualitas premium Rp 175.000 – Rp 180.000/Kg.
Kualitas padi kurang atau isinya kurang kali ini, kata Darmawan disebakan sebelum musim panen saat itu sempat musim kemarau.
Hal ini juga disebabkan pengaruh harga pupuk SP 36 saat ini sangat tinggi.
Baca juga: Dinas Pertanian dan Babinsa Peragakan Mesin Tanam Padi di Alue Nibong Aceh Timur
Dikonfirmasi Serambinews.com secara terpisah, Kabulog Aceh, Irsan Nasution, mengatakan pihaknya sudah menyalurkan beras untuk operasi pasar ke toko toko penjual beras di Aceh sejak Januari – 10 Oktober 2022.
Jumlahnya sudah mencapai Rp 19.372,89 ton.
Harga jual beras medium untuk operasi Pasar di Gudang Bulog Aceh di daerah Rp 8.600/Kg, dan harga jual eceren tertingginya di toko beras Rp 9.950/Kg.
Namun begitu, sejumlah pedagang beras yang menerima titipan pasokan beras dari Bulog untuk operasi pasar beras, mereka menjual secara eceran kepda masyarakat hanya Rp 9.600/Kg.
Alasan para pedagang beras mejual bersa operasi pasar milik Bulog Aceh senilai Rp 9.600/Kg, untuk membantu penduduk miskin dan penduduk kurang mampu, agar mereka bisa menjangkau harga beras operasi beras Bulog Aceh.
Untuk mengatisipasi kekosongan beras di pasar lokal sebagaimana disampaikan Perpadi, Irsan Nasution, menyatkan pihaknya saat ini sedang memasok beras dari daerah luar Aceh sekitar 15.000 ton.
Stok beras yang berada di gudang beras Bulog di daerah, sebut Irsan Nasution, masih ada sekitar 1.500 ton.
Ditambah pasokan beras yang baru masuk dari luar Aceh, saat ini sedang dalam proses pemasukannya, total stok beras Bulog di Aceh menjadi 16.500 ton.
“Stok beras sebanyak itu cukup untuk pemenuhan kebutahan KPSH, yaitu Ketersediaan, Pasokan, Stabilisasi dan Harga,” ujar Kabulog Aceh. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/beras-79887.jpg)