Berita Lhokseumawe
Sekda dan Kepala Dinas Lingkup Pemko Lhokseumawe Dites Urine Mendadak Usai Raker, Ini Hasilnya
Usai rapat kerja, tiba-tiba para pejabat yang hadir, dimulai Sekda, para asisten, kepala dinas, hingga para camat, diwajibkan melakukan tes urine.
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Saifullah
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Lhokseumawe, Saiful Fadhli, SSTP, MSi bersama Pj Wali Kota Lhokseumawe, Dr Drs Imran, MSi, MACd, pada Selasa (11/10/2022) pagi, menggelar rapat kerja membahas program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN).
Rapat yang berlangsung di Opsroom Kantor Wali Kota Lhokseumawe itu juga dihadiri seluruh kepala dinas dan pejabat eseloen II lainnya di Kota Lhokseumawe, termasuk para camat.
Dalam rapat kerja tersebut, Kepala BNN Kota Lhokseumawe, Saiful Fadhli menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya integrasi program P4GN dalam mewujudkan Kota Lhokseumawe bersinar menuju Kota Beriman, Kreatif dan Inovatif.
Harapan ke depannya, setiap SKPD di bawah Pemko Lhokseumawe dapat mengintegrasikan program P4GN dengan program-program yang telah ada di dinas atau badan di Pemko Lhokseumawe.
Sementera itu, Pj Wali Kota Lhokseumawe, Dr Imran mengapresiasi BNN Kota Lhokseumawe dalam upaya menjalankan P4GN yang sangat strategis dalam menjalankan arahan Presiden Indonesia,
Pelaksanaan Raker ini merupakan terobosan langkah prefentif dan antisipatif dari Pemko untuk mencegah penggunaan dan peredaran narkoba di kalangan Pemko Lhokseumawe.
Baca juga: BNNK Tes Urine Mendadak Pejabat dan Staf Bea Cukai Sabang, Begini Hasilnya
Pada kesempatan itu, Pj Wali Kota juga mengarahkan agar skrinning tes urine terhadap kepala SKPD, ASN dan non-ASN dilakukan secara rutin, minimal dalam tiga bulan sekali.
Tesnya pun harus dilakukan secara mendadak.
"Tes urine rutin ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk mencegah terjadinya penggunaan narkoba di lingkungan Pemerintahan Kota Lhokseumawe," pungkas Pj Wali Kota.
Namun saja, usai rapat kerja, tiba-tiba para pejabat yang hadir, dimulai Sekda, para asisten, para kepala dinas, hingga para camat, diwajibkan melakukan tes urine.
Proses tes urine pun berlangsung sekitar satu jam lebih.
Baca juga: Komisi I Minta BNN Tes Urine Seluruh Instansi Pemerintah dan Swasta
"Hasil tes urine, semuanya negatif," ujar Kepala BNNK Lhokseumawe, Saiful Fadhli, SSTP, MSi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tes-urine-usai-raker.jpg)