Breaking News:

Hasil Investigasi TGIPF: Aparat Terbukti Tembakkan Gas Air Mata Secara Membabi Buta di Kanjuruhan

Poin tembakan gas air mata itu tertuang dalam Hasil TGIPF Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi poin 5E tentang aparat Keamanan.

Editor: Faisal Zamzami
Kolase Tribunnews/TGPF/Suryamalang.com)
kolase foto gas air mata saat tragedi kanjuruhan dan dampaknya pada korban yang selamat, ada yang alami iritasi pada mata hingga sesak napas. 

SERAMBINEWS.COM - Hasil investigasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta ( TGIPF) menyebutkan, pihak kemananan ternyata menembakkan gas air mata tidak hanya di dalam stadion atau di tribun para suporter saja. 

Pada malam kelam Tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022), pihak keamanan juga melontarkan tembakan gas air mata secara membabibuta sampai ke luar lapangan Stadion Kanjuruhan

Poin tembakan  gas air mata itu tertuang dalam Hasil TGIPF Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi poin 5E tentang aparat Keamanan.

"Melakukan tembakan gas air mata secara membabi buta ke arah lapangan, tribun, hingga di luar lapangan," tulis hasil investigasi TGIPF

Selain itu, pihak kemananan, baik Polisi dan TNI, harus menindak dan menyelidiki para aparat yang melakukan tindakan berlebihan dan di luar komando sehingga mengakibatkan Tragedi Kanjuruhan.

Tambahan lain, pihak pengelola stadion yang tidak melakukan pengawasan sehingga membuat banyak korban meninggal di pintu keluar stadion, juga wajib diselidiki.

"Polri dan TNI juga perlu segera menindaklanjuti penyelidikan terhadap aparat Polri dan TNI serta pihak-pihak yang melakukan tindakan berlebihan pada kerusuhan pasca pertandingan Arema vs Persebaya tanggal 1 Oktober 2022 seperti yang menyediakan gas air mata, menembakkan gas air mata ke arah penonton (tribun) yang diduga dilakukan di luar komando," demikian tertulis di poin 3 Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi.

"Pengelola Stadion Kanjuruhan yang tidak memastikan semua daun pintu terbuka, pihak Arema FC, dan pihak PSSI yang tidak melakukan pengawasan atas keamanan dan kelancaran penyelenggaraan pertandingan," lanjut keterangan di poin 3. 

Baca juga: Temuan TGIPF Kanjuruhan, Semua Stakeholder Menghindar dari Tanggung Jawab

Gas Air Mata Pemicu Tragedi Kanjuruhan
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta ( TGIPF),  Mahfud MD, telah melaporkan hasil temuan tim kepada Presiden Joko Widodo pada hari ini, Jumat (14/10/2022).

Dalam temuan TGIPF, disebutkan jatuhnya korban massal pada Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 Jiwa melayang dan ratusan luka-luka itu diakibatkan karena gas air mata.  

"Untuk Tragedi Kanjuruhan, kami menyampaikan laporan independen. Fakta kami temukan, proses jatuhnya korban jauh lebih mengerikan dari yang beredar di televisi dan medsos. Kami rekonstruksi 32 CCTV dimiliki aparat," papar Mahfud MD dalam keterangannya di YouTube Sekretariat Presiden. 

Sosok yang juga menjabat sebagai Menko Polhukkam itu menambahkan, gas air mata yang ditembakkan secara membabi buta ke arah suporter jadi faktor utama suporter kabur hingga berdesakkan, terjatuh, terinjak, sesak nafas, sampai akhirnya meninggal dunia.

"Yang mati dan cacat atau sekarang kritis, dipastikan terjadi karena karena berdesak-desakan setelah ada gas air mata yang disemprotkan, itu penyebabnya," papar Mahfud MD. 

Baca juga: Komnas HAM: Tembakan Gas Air Mata ke Tribun Selatan Kanjuruhan Jadi Penyebab Banyak Korban Meninggal

Sepatutnya Ketum PSSI dan Jajaran Komite Eksekutif Mengundurkan Diri

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved