Breaking News:

Internasional

Tidak Mempercayai Lagi AS, Presiden Palestina Temui Vladimir Putin di Astana

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menemui Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meminta bantuan menyelesaikan konflik dengan Israel.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kiri) menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Astana, Kazakhstan, Kamis (13/10/2022). 

SERAMBINEWS.COM, TEL AVIV - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menemui Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meminta bantuan menyelesaikan konflik dengan Israel.

Sambil mengecam Amerika Serikat (AS), Mahmoud Abbas mengatakan kepada pemimpin Rusia itu, dia tidak percaya lagi pada Washington sebagai perantara perdamaian Timur Tengah.

Abbas berbicara dengan Putin pada pertemuan puncak regional di Astana, Kazakhstan.

Komentarnya tentang AS, yang secara tradisional merupakan perantara utama antara Israel dan Palestina, muncul pada saat AS dan Rusia berselisih mengenai invasi Rusia ke Ukraina.

“Kami tidak lagi mempercayai AS,” kata Abbas, berbicara dalam bahasa Arab kepada Putin.

“Kami tidak menerima lagi AS dalam kondisi apapun, karena hanya berada di satu pihak dalam menyelesaikan masalah Timur Tengah,” tambah Abbas.

Baca juga: Pemuda Palestina Lancarkan Serangan di Jerusalem Timur, Pusat Bisnis Kota Tua Ditutup

Dia mengatakan Palestina hanya akan mempertimbangkan mediasi AS jika itu adalah bagian dari "Kuartet", sebuah kelompok negara yang mencakup Rusia.

Dilansir AP, Jumat (14/10/2022), dengan pertemuan itu, Abbas menjadi salah satu dari sedikit pemimpin dunia yang duduk bersama Putin sejak Rusia melancarkan perangnya terhadap Ukraina pada 24 Februari.

Dalam komentar publiknya, Abbas tidak menyebutkan perang, juga tidak ada pernyataan yang dikeluarkan kemudian oleh kantornya.

Pernyataan Abbas mencerminkan frustrasinya dengan AS, yang telah mundur dari mediasi yang dulu intens antara Israel dan Palestina.

Sebaliknya, dia telah mengalihkan fokusnya ke isu-isu global mendesak lainnya seperti perang di Ukraina, hubungan dengan China dan kesengsaraan ekonomi.

Komentar itu juga mengikuti krisis kepercayaan antara Palestina dan AS setelah pemerintahan Trump memotong dana untuk Palestina dan mengejar kebijakan yang menguntungkan Israel.

Baca juga: Palestina Minta AS Tekan Israel, Atau Akan Menghancurkan Semuanya

Termasuk memindahkan Kedutaan Besar AS ke Israel ke kota Jerusalem yang diperebutkan.

Presiden AS Joe Biden telah memulihkan dana, tetapi tetap mempertahankan kedutaan di Jerusalem.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved