Internasional
Yaman Tuding Milisi Houthi Inginkan Perang Berlanjut, Enggan Perpanjang Gencatan Senjata
Pemerintah Yaman yang diakui internasional menuding milisi Houthi yang didukung Iran tetap menginginkan perang berlanjut.
SERAMBINEWS.COM, AL-MUKALLA - Pemerintah Yaman yang diakui internasional menuding milisi Houthi yang didukung Iran tetap menginginkan perang berlanjut.
Houthi telah menolak memperpanjang gencatan senjata yang ditengahi PBB, kata Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Yaman Dr. Ahmed BinMubarak, Kamis (13/10/2022).
Kelompok tersebut sengaja menghalangi proses perdamaian dengan maksud membawa Yaman kembali ke keadaan perang, lansir Kantor Berita Yaman, SABA.
Pemerintah Yaman telah berulang kali menawarkan konsesi dalam upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Dengan harapan, akan meredakan krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung yang telah diciptakan oleh Houthi.
Pernyataannya disampaikan dalam pertemuan dengan Kuasa Usaha Kedutaan Besar Inggris di Yaman.
Baca juga: Dua Anak Yaman Tewas dan Terluka Parah Terinjak Ranjau Darat Milisi Houthi di Marib
Sedangkan diplomat Inggris menegaskan dukungan negaranya untuk pemerintah Yaman yang sah, serta untuk persatuan, kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas teritorial Yaman.
Sementara itu, Luay Al-Eryani, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Yaman di Jerman, membahas perkembangan terakhir di Yaman.
Khususnya, kegagalan Houthi untuk menyetujui gencatan senjata dengan Philip Kanbman, Wakil Direktur Timur Tengah dan Afrika Utara dari Departemen Luar Negeri Jerman.
Al-Eryani mengkonfirmasi keinginan pemerintah Yaman untuk memperbarui gencatan senjata dan penolakan kelompok yang didukung Iran itu.
Pejabat Jerman menyatakan pentingnya mencapai gencatan senjata untuk memastikan kembalinya perdamaian di Yaman.(*)
Baca juga: Pemerintah Yaman Tuduh Milisi Houthi Semakin Brutal di Taiz, Korban Terus Berjatuhan Setiap Hari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/0104Milisi-Houthi-Dukungan-Iran.jpg)