Berita Aceh Singkil
Cuaca Buruk Landa Aceh Singkil, Nelayan Pilih Libur Melaut, Pelayaran Singkil-Pulau Banyak Saat Pagi
Kondisi itu menyebabkan para nelayan tidak melaut. Imbasnya ikan laut pun menjadi langka di pasar.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Saifullah
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Cuaca di Kabupaten Aceh Singkil sedang tidak bersahabat dalam beberapa hari belakangan.
Kondisi itu menyebabkan para nelayan tidak melaut. Imbasnya ikan laut pun menjadi langka di pasar.
Kalau pun ikan ada, itu merupakan stok lama yang disimpan nelayan di keramba.
"Ikan langka karena tidak ada yang ke laut," kata Afdal, warga Singkil Utara, Minggu (16/10/2022).
Cuaca buruk ditandai hujan deras disertai angina, memang sedang mengguyur Aceh Singkil.
Angin kencang disertai hujan tersebur muncul sejak kemarin sore.
Baca juga: Cuaca Buruk, Harga Ikan di Pasar Darurat Labuy, Aceh Besar Naik Hingga 40 Persen
Minggu pagi ini, cuaca sempat cerah. Namun kemudian hujan disertai angin kembali turun, sehingga nelayan urung berangkat melaut.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di Anak Laut kawasan Gosong Telaga Barat, nelayan memilih menambatkan perahu mereka.
Bukan hanya nelayan lokal, tapi dari luar daerah yang sudah terlanjut melaut memilih berlindung di Anak Laut, karena cuaca tak bersahabat berupa ombak besar.
Sedangkan untuk pelayaran Singkil-Pulau Banyak, sejauh ini masih bisa dilakukan.
Hanya saja, kapal tidak bisa berlayar setiap saat.
Pelayaran dilakukan pada pagi hari ketika cuaca masih tenang.
Baca juga: Aceh Jaya Dilanda Cuaca Buruk, BPBD Ingatkan Warga dan Pengendara akan Potensi Bencana
Oleh karena itu, penumpang tujuan Pulau Banyak, sebaiknya datang pagi hari ke Jembatan Tinggi Pulo Sarok, lokasi kapal tradisional melayani pelayaran.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/cuaca-7889.jpg)