Berita Banda Aceh
Mahasiswa Se-Indonesia Ikut Kuliah di Rumoh Manuskrip Aceh Milik Cek Midi
Puluhan mahasiswa dari berbagai Universitas di Indonesia, Minggu (16/10/22) sore, mengikuti kuliah merdeka di Rumoh Manuskrip Aceh
SERAMBINEWS.COM - Puluhan mahasiswa dari berbagai Universitas di Indonesia, Minggu (16/10/22) sore, mengikuti kuliah program kampus merdeka di Rumoh Manuskrip Aceh.
Rumoh Manuskrip Aceh dimaksud merupakan milik Tarmizi Abdul Hamid atau dikenal Cek Midi di Gampong Ie Masen Kayee Adang Banda Aceh.
Para mahasiswa tersebut berasal dari beberapa Universitas di Indonesia.
Diantaranya Universitas Stikubank Semarang, Universitas Sultan Agung Semarang, Universitas Diponegoro, Universitas Swadaya Gunung Jati, Universitas Negeri Jember, Universitas Hamzanwandi,
Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Djuanda Bogor, Universitas Negeri Makassar, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Halu Oleo dan Universitas Gresik.
Baca juga: Perawatan Khazanah Ulama Aceh Kuno oleh Tim Pustaka Nasional di Rumoh Manuskrip Aceh
“Program ini dinamakan Modul Nusantara dan Pertukaran Mahasiswa Merdeka Gelombang II ini dilaksanakan di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.
Program ini dilaksanakan selama satu semester dari bulan September sampai bulan Desember 2022 yang akan datang,” kata Drg. Diana Setya Ningsih M.Si, koordinator program tersebut seperti dikutip Cek Midi.
“Tujuan dari program Modul Nusantara ini agar mahasiswa dapat belajar secara maksimal dengan adat istiadat serta budaya Aceh yang luas, sejarah keunggulan Islam di Aceh,
keberagaman etnis, agama, kemerdekaan dan kebhinnekaan dalam semua aspek sosial budaya dan yang sangat special tentang sejarah Aceh yang tertulis dalam manuskrip Aceh,” lanjut Diana Setya Ningsih.
Baca juga: Link Live Streaming El Clasico, Ini Susunan Pemain Real Madrid vs Barcelona, Tanding Pukul 21.15 WIB
Dosen tamu program ini, Tarmizi Abdul Hamid atau Cek Midi, memaparkan kuliah dengan presentasi digital di ruang museum yang terdapat di rumah pribadinya.
Cek Midi memperkenalkan budaya dan adat istiadat Aceh secara umum, memperkenalkan karakteristik Aceh secara menyeluruh serta keberadaan benda benda cagar budaya yang berserak di bumi Aceh.
"Sangat penting untuk melestarikan manuskrip sebagai aset ilmu pengetahuan di semua disiplin ilmu, manuskrip ini membuktikan kepada kita sekarang bahwa orang Aceh lebih pintar dulu dibandingkan sekarang," ujar Cek Midi.
Dalam kesempatan itu, Cek Midi mempersilakan mahasiswa se-Indonesia untuk mengamati manuskrip yang tersedia sambil menjelaskan kandungan manuskrip.
Baca juga: Begini Nasib Kayu Bajakah Singkil Sekarang Ini, Dulu Sempat Heboh dan Dicap Sebagai Kayu Ajaib
Disamping manuskrip para mahasiswa luar Aceh tersebut sangat kagum keberadaan benda benda sejarah lainnya.
"Yang sangat menarik adalah setelah Pak Tarmizi memberi materi serta tanya jawab kepada kami.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rumoh-Manuskrip-Aceh_mahasiswa-Indonesia_Tarmizi-A-Hamid.jpg)