Video
VIDEO Mengenal dan Cara Bermain Olahraga Petanque
Ketua Umum Pengprov FOPI Aceh, Drs Abdurrahman MKes kepada Serambi, Senin (17/10/2022), melaporkan, tiga medali emas
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Syamsul Azman
SERAMBINEWS.COM - Olahraga petanque yang berasal dari Perancis, adalah permainan ketangkasan dalam melempar bola yang terbuat dari logam atau disebut bosi, mendekati bola sasaran yang terbuat dari kayu atau disebut boka.
Petanque dimainkan di lapangan berukuran 4 m x 15 m di atas tanah keras, kerikil, batu, pasir dan rumput.
Bentuk asli dari permainan ini muncul pada tahun 1907 di La Ciotat, di Provence, di selatan Perancis.
Namanya berasal dari Les Ped Tanco dalam dialek Provencal dari Occitan, yang berarti "kaki dekat".
Olahraga ini pula yang menjadikan Aceh beberapa kali menjadi juara umum.
Baru-baru ini, Aceh tampil sebagai juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) petanque setelah merebut tiga emas, dua perak, dan satu perunggu.
Kejurnas itu dihelat di Lapangan Petanque Seruni, Banten, 12-16 Oktober 2022.
Ketua Umum Pengprov FOPI Aceh, Drs Abdurrahman MKes kepada Serambi, Senin (17/10/2022), melaporkan, tiga medali emas disumbangkan dari nomor double women melalui pasangag Novi Lidya Isdarianti/Rani Amelia.
Lalu, kepingan emas dari nomor single man atas nama Alpianda Kenusi.
“Sementara emas ketiga datang dari nomor triple mix men melalui permainan solid M Muhlis Harliza, Muhammad Khalil, dan Kurnia Eliyanti. Sementara di posisi kedua ditempati atlet tuan rumah Banten,” ungkapnya.
Sementara dua perak disumbangkan dari nomor triple men atas nama Agus Maulizar, Ali Aruansah, dan Putra Sukma Cahyadi.
Kurnia Eliyanti sukses mempersembahkan perak dari nomor shooting woman.
Sedangkan satu-satunya perunggu datang dari nomor double men lewat. Agus Maulizar/Ali Aruansah.
Untuk Kejurnas kali ini, mereka diperkuat atlet binaan KONI Aceh program sentralisasi yakni Agus Maulizar, Ali Aruansah, M Muhlis Harliza, Alpianda Kenusi, Novi Lidya Isdarianti, dan Kurnia Eliyanti.
Sementara binaan KONI Aceh program desentralisasi terdiri dari Rani Amelia, Nur Afni Ramadhayanti, Riska Amanda, Muhammad Khalil, dan Alfi Syahrin.
Mereka didampingi dua pelatih Abdurrahman dan Ridwansyah.(*)