Minggu, 12 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Ukraina Kritis Digempur Rusia, Bersiap Latihan Perang Nuklir

Ukraina kritis akibat gempuran Rusia di salah satu fasilitas listrik di Kyiv pada Selasa (18/10/2022) yang menewaskan dua orang

Editor: bakri
Twitter Ukrainian Defense Staff
Kementerian Pertahanan Ukraina merilis video hitam-putih yang menunjukkan dua bola api besar meletus satu demi satu dalam kegelapan, diikuti oleh hujan bunga api pijar. 

* Listrik Padam

KYIV - Ukraina kritis akibat gempuran Rusia di salah satu fasilitas listrik di Kyiv pada Selasa (18/10/2022) yang menewaskan dua orang.

Sepertiga pusat pasokan listrik Ukraina hancur.

"Situasi kritis di seluruh negara karena kawasan-kawasan kami bergantung satu sama lain," ujar Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Kyrylo Tymoshenko, seperti dikutip AFP.

Ia kemudian berkata, "Seluruh negara harus bersiap untuk pemadaman listrik, air, dan pemanas.

" Ukraina menyerukan persiapan ini setelah Rusia menggempur salah satu fasilitas listrik di timur Kyiv.

"Pada 18 Oktober 2022, Angkatan Bersenjata Rusia melancarkan serangan rudal ke fasilitas pasokan listrik di tepi timur ibu kota," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Ukraina.

Kemenhan Rusia juga mengonfirmasi bahwa mereka menggempur sistem energi Ukraina menggunakan rudal.

"Dalam sehari belakangan, angkatan bersenjata Rusia terus menyerang komando militer dan sistem energi Ukraina dengan senjata jarak jauh dan presisi tinggi," demikian pernyataan Kemhan Rusia.

Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa secara keseluruhan, gempuran Rusia dalam beberapa hari belakangan menghancurkan sepertiga pusat pasokan listrik Ukraina.

Baca juga: Iran Dukung Perang Ukraina, Rudal dan Drone Dalam Jumlah Besar Segera Dikirim Lagi ke Rusia

Baca juga: Ukraina Segera Putuskan Hubungan dengan Iran, Serangan Udara Rusia ke Kiev Gunakan Drone Iran

"Sejak 10 Oktober, 30 persen pusat listrik Ukraina hancur, menyebabkan pemadaman masif di seluruh negeri," ucap Zelensky.

Meski demikian, Zelensky menegaskan bahwa tak ada ruang untuk negosiasi dengan rezim (Presiden Rusia, Vladimir) Putin.

Belakangan, Rusia memang menggencarkan serangan di berbagai kota Ukraina, termasuk Kyiv.

Putin mengamuk setelah jembatan yang menghubungkan Rusia dengan Crimea rusak akibat ledakan pada dua pekan lalu.

Ia menuding Ukraina sebagai dalang di balik ledakan itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved