Internasional
Kasus Kematian Siswi Sekolah Menengah Iran di Ardabil Berlanjut, Ini Kronologinya
Pasukan keamanan Iran diduga memukuli seorang gadis berusia 15 tahun hingga tewas pekan lalu setelah penggerebekan di sebuah sekolah.
SERAMBINEWS.COM, LONDON - Pasukan keamanan Iran diduga memukuli seorang gadis berusia 15 tahun hingga tewas pekan lalu setelah penggerebekan di sebuah sekolah.
Mengutip pernyataan Dewan Koordinasi Sindikat Guru kepada BBC pada Kamis (20/10/2022), dikatakan Asra Panahi, salah seorang dari beberapa siswa yang menjadi sasaran di Ardabil, baratlaut Iran.
Dia terbunuh setelah serangan itu, yang diluncurkan oleh pihak berwenang setelah siswa di sekolah tersebut menolak untuk menyanyikan lagu kebangsaan Iran.
Sindikat itu mengatakan di media sosial, pihak berwenang memaksa gadis-gadis di Sekolah Menengah Shahed untuk menyanyikan lagu tersebut.
Pada awal acara, sejumlah siswi meneriakkan yel-yel menentang pemerintah.
Sehingga, mendorong petugas keamanan pria dan wanita berpakaian preman untuk menghina dan memukuli banyak dari mereka.
Baca juga: Argentina Minta Qatar Tangkap Wakil Presiden Iran, Terlibat Pembantaian Yahudi di Buenos Aires 1994
Kemudian, begitu para siswi kembali ke kelas, mereka menyerbu sekolah dan memukuli beberapa siswa lagi, katanya.
Tujuh siswa terluka dan 10 ditangkap, tambahnya.
Pernyataan itu mengatakan Asra Panahi termasuk di antara mereka yang terluka dan meninggal di rumah sakit.
Namun, media pemerintah Iran mengklaim Panahi meninggal akibat masalah jantung.
Anggota parlemen Ardabil Kazem Musavi mengklaim di media, Panahi telah bunuh diri dan tidak dibunuh oleh pihak berwenang.
Pensiunan pesepakbola Iran, Ali Daei, yang lahir di Ardabil, menolak klaim di media sosial dan memperingatkan kebenaran atas kematian Panahi harus diungkapkan.
Baca juga: Pemanjat Tebing Iran Tunjukkan Solidaritas ke Demonstran, Lepas Jilbab Saat Berkompetisi di Seoul
“Sejarah telah membuktikan siapa pendusta itu,” katanya.
Kematian Panahi telah memicu protes di sekitar Ardabil sejak Sabtu (15/10/2022).
Protes di seluruh negeri meletus bulan lalu di Iran atas kematian Mahsa Amini yang berusia 22 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Warga-Iran-Demo-Kematian-Siswi-Sekolah-Menengah.jpg)