Senin, 27 April 2026

Internasional

Mossad Israel Beraksi di Malaysia, Culik Warga Palestina

Mossad merekrut beberapa warga Malaysia untuk menculik dua pria Palestina diduga anggota Hamas

Editor: bakri
AHMAD GHARABLI / AFP
Wanita Muslim Palestina meneriakkan slogan-slogan setelah pasukan keamanan Israel menolak pengunjung di pintu masuk kompleks masjid Al-Aqsa, situs tersuci ketiga dalam Islam, pada 27 September 2022 selama liburan Rosh Hashanah, Tahun Baru Yahudi. 

Ini bukan kali pertama Mossad beraksi di Kuala Lumpur.

Pada 2018 lalu, seorang profesor Palestina yang juga merupakan anggota Hamas tewas akibat aksi penembakan di Kuala Lumpur.

Keluarga pria tersebut menuding Mossad sebagai dalang di balik penembakan yang berujung pada kematian sang profesor.

Mossad sendiri membantah terlibat dalam aksi itu.

Namun, Hamas mengklaim berhasil menangkap seorang pria yang mengaku ditugaskan oleh Mossad untuk membunuh profesor tersebut.

Beberapa tahun ini, Mossad memang dilaporkan terus menggencarkan upaya untuk memberantas Hamas di seluruh dunia.

Para pejabat Israel menyatakan bahwa negaranya akan memburu pemimpin Hamas di mana pun mereka berada.

Programmer Komputer

Laporan berbagai media Israel mengungkapkan bahwa pria yang diculik itu adalah seorang programmer komputer asal Palestina yang telah tinggal di Kuala Lumpur.

Programmer itu diduga telah melakukan kontak dengan sayap militer organisasi Hamas.

Dia diinterogasi Mossad dari jarak jauh, sebelum dibebaskan oleh pihak berwenang setempat.

Dua tersangka penculik pun diamankan.

Mereka menculik programmer dan melemparkannya ke salah satu dari dua mobil yang menunggu dalam operasi "snatch-and-grab" itu.

Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada malam 28 September.

Operasi itu diatur seorang wanita Malaysia berusia tiga puluhan yang direkrut Mossad.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved