Berita Banda Aceh
Kasus Gagal Ginjal Pada Anak, Pemuda Muhammadiyah Aceh Minta Pemerintah Ambil Langkah Tegas
"Jangan di satu sisi mengimbau, tapi di sisi lain ada pernyataan dari pejabat Kemenkes bahwa paracetamol aman. Pilihannya hanya boleh atau tidak,"
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
Kasus Gagal Ginjal Pada Anak, Pemuda Muhammadiyah Aceh Minta Pemerintah Ambil Langkah Tegas
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Maraknya kasus ginjal akut yang terjadi pada anak-anak yang diduga efek dari pengunaan obat sirup berbahan paracetamol.
Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah tegas dalam penanganann di Indonesia.
Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh, Musliadi M Tamin meminta pemerintah harus tegas dan segera mengambil sikap.
"Jangan di satu sisi mengimbau, tapi di sisi lain ada pernyataan dari pejabat Kemenkes bahwa paracetamol aman. Pilihannya hanya boleh atau tidak boleh, jika dianggap tidak boleh, maka harusnya pemerintah buat larangan segera bukan himbauan lagi. Jadi tidak menimbulkan multitafsir dan masyarakat bingung,” katanya kepada wartawan, Jumat (21/10/2022).
Baca juga: Tak Pernah Konsumsi Obat, Bayi di Bantul Meninggal karena Gagal Ginjal Akut Misterius, Ayah Pilu
Menurut Musliadi, setelah ada larangan tegas, pemerintah juga harus memberikan alternatif obat.
Sebab paracetamol sudah menjadi kebutuhan pokok terhadap berbagai penyakit di keluarga.
"Tentu ketika parasetamol tidak diperjualkan sementara, lalu ada kebutuhan akan paracetamol, pemerintah seharusnya punya opsi lain," pintanya.
Lebih lanjut Musliadi menegaskan, masyarakat tidak hanya diberikan pernyataan-pernyataan dari berbagai pihak, seperti dari kementerian, pejabat, organisasi dokter dan juga analisa-analisa pakar.
"Dibutuhkan sebuah keputusan tegas dan cepat, sambil menunggu penelitian berikan alternatif obat. Jadi tidak simpang siur," tegas Musliadi.
Menurutnya, ketidaktegasan pemerintah akan menimbulkan berbagai reaksi negatif dan fitnah.
"Maka putuskan segera, ya atau tidak, bukan himbauan apalagi perdebatan yang tidak perlu,” pungkasnya.
20 Anak Aceh Meninggal akibat Gagal Ginjal
Sejak Juli 2022 lalu hingga saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh mencatat sebanyak 31 anak mengalamai gagal ginjal akut.
Dari jumlah itu, sebanyak 20 orang meninggal dunia.