Rabu, 3 Juni 2026

Berita Aceh Utara

Pj Bupati Aceh Utara Pimpin Upacara Peringatan HSN, Santri dan Dayah Berprestasi Dapat Penghargaan

Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2022 ini diadakan di Kompleks Dayah Terpadu Al Madinatuddiniyah Syamsuddhuha, Cot Murong, Kecamatan Dewantara, A

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Pj Bupati Aceh Utara, Azwardi Abdullah AP MSi, memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2022 di Kompleks Dayah Terpadu Al Madinatuddiniyah Syamsuddhuha, Cot Murong, Dewantara, Aceh Utara, Sabtu (22/10/2022) 

Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2022 ini diadakan di Kompleks Dayah Terpadu Al Madinatuddiniyah Syamsuddhuha, Cot Murong, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Sabtu (22/10/2022).

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Penjabat atau Pj Bupati Aceh Utara, Azwardi Abdullah AP MSi, memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional atau HSN Tahun 2022. 

Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2022 ini diadakan di Kompleks Dayah Terpadu Al Madinatuddiniyah Syamsuddhuha, Cot Murong, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Sabtu (22/10/2022).

Tema HSN kali ini “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”. 

Kegiatan yang digelar oleh Kemenag Aceh Utara bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Dayah serta pihak Dayah Terpadu Al Madinatuddiniyah Syamsuddhuha dihadiri Kepala Kankemenag Aceh Utara, Drs H Maiyusri, MAg. 

Kemudian Ketua DPRK Aceh Utara Arafat, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Abdullah Hasbullah MSM, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Aceh Utara, Para Kasi dan Penyelenggara, Perwakilan Kapolres Lhokseumawe dan Unsur TNI serta Forkopimda Aceh Utara.

Baca juga: Peringati HSN, Santri Dayah Samudera Pasai Madani Dilatih Bahtsul Masail Sejak Dini

Pj Bupati Aceh Utara saat membacakan sambutan Menteri Agama RI menyampaikan, Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2015, telah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Penetapan 22 Oktober merujuk pada tercetusnya resolusi jihad, yang berisi 42 kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik pada 10 November 1945, yang diperingati sebagai hari pahlawan. 

“Maksud tema berdaya menjaga martabat kemanusiaan adalah bahwa santri dalam kesejahteraannya selalu terlibat aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia,” kata Azwardi.

Azwardi melanjutkan, ketika Indonesia memanggil santri, tidak pernah mengatakan tidak, santri dengan berbagai latar belakangnya siap sedia mendarmabaktikan hidupnya, untuk bangsa dan negara.

Baca juga: VIDEO Ribuan Santri Hadiri Upacara HSN Ke-6 di Pondok pesantren Darul Hasanah Kilangan Aceh Singkil

“Dulu ketika Indonesia masih dijajah, para santri turun ke medan laga berperang melawan penjajah, dengan menggunakan senjata bambu runcing, yang terlebih dahulu didoakan Kyai Subci Parakan Temanggung. 

Mereka tidak gentar melawan musuh,” ujar Azwardi. 

Lebih lanjut Azwardi membacakan, peringatan Hari Santri bukanlah milik santri semata, Hari Santri adalah milik semua, milik semua komponen bangsa yang mencintai tanah air, milik mereka yang memiliki keteguhan dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved