Berita Kutaraja

Bikin Hati Teriris! Bayi 3,6 Tahun asal Pidie Sudah Harus Cuci Darah, Derita Gangguan Ginjal Akut

“Satu anak di ICU dan sudah tahap cuci darah,” kata Direktur RSUZA, dr Isra Firmansyah, SpA usai mendampingi rombongan Komisi V DPRA.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Saifullah
KOMPAS.COM/TEUKU UMAR
Salah seorang pasien anak yang divonis gangguan ginjal akut sedang dirawat di ruang ICU anak RSUZA Banda Aceh, Kamis (20/10/2022). Sebelum divonis mengalami gagal ginjal akut, pasien mengalami demam. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sejak Juni 2022 hingga 24 Oktober 2022, tercatat ada 29 kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak yang ditanggani Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Dari total itu, sebanyak 22 orang anak meninggal dunia, 5 orang sembuh, dan 2 anak masih dirawat.

Pasien termuda berusia delapan bulan yang belakangan dilaporkan meninggal dunia.

Adapun pasien anak yang masih dirawat yaitu balita asal Pekan Bada, Aceh Besar berusia 4 tahun, yang saat ini dalam masa penyembuhan dan dirawat di Ruang Arafah 3.

Sedangkan satu lagi pasien anak yang berusia 3.6 tahun, dari Pidie dirawat di Ruang ICU.

“Satu anak di ICU dan sudah tahap cuci darah,” kata Direktur RSUZA, dr Isra Firmansyah, SpA usai mendampingi rombongan Komisi V DPRA yang melihat langsung kondisi pasien di rumah sakit tersebut, Senin (24/10/2022).

Baca juga: Nagan Raya Nihil Kasus Anak Gagal Ginjal Akut, Kadiskes Minta Warga Tetap Waspada

Dokter Isra mengatakan, balita ini baru kali pertama menjalani cuci darah.

Ia dirawat di RSUZA, sejak Sabtu (22/10/2022), setelah dirujuk dari RSU Mufid Sigli.

Sebelum dirujuk, balita ini sempat dirawat selama satu malam di RSU Mufid.

Untuk total kasus gangguan ginjal akut se Aceh, dr Isra mengaku, belum mengetahui secara pasti.

Namun, Dinas Kesehatan Aceh sebelumnya merilis, ada 31 kasus gangguan ginjal akut pada anak di Aceh.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRA, M Reza Falevi Kirani usai melihat langsung kondisi pasien mengatakan, pihaknya menemukan fakta bahwa pasien yang dirawat di ICU karena adanya mengonsumsi obat sirup.

Ia meminta pihak rumah sakit untuk fokus menangani pasien anak tersebut.

Baca juga: 4 Anak di Aceh Tengah Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut Misterius, Waspadai Gejala Ini

"Setelah kita cek, bahwa mereka pernah mengonsumsi obat sirup," katanya.

Falevi berharap, masyarakat waspada dan hati-hati dalam memberikan obat kepada anak.

"Apa pun penyakitnya, harus berkonsultasi dengan dokter. Jangan kita menggunakan obat tanpa resep dokter," imbaunya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved