Berita Banda Aceh

Dua Profesor Isi Materi Pada Seminar Nasional dalam Rangka Bulan Bahasa 2022

"Alhamdulillah seminar berlangsung lancar, sukses dan sangat apik. Karena para narasumber dan materi yang disampaikan cukup berkompeten dan...

Penulis: Misran Asri | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Para narasumber berfoto bersama dosen serta mahasiswa/i yang mengikuti seminar nasional dalam rangka memperingati Bulan Bahasa 2022 di Auditorium Lantai 3 FKIP USK Darussalam. Seminar itu dilaksanakan Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP USK. 

"Alhamdulillah seminar berlangsung lancar, sukses dan sangat apik. Karena para narasumber dan materi yang disampaikan cukup berkompeten dan kontekstual, berhubungan langsung dengan Pendidikan di Aceh, khususnya kontribusi local wisdom dalam Pendidikan pada umumnya serta Pendidikan Bahasa khususnya," kata  Armia.

Laporan Misran Asri  | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Memperingati Bulan Bahasa 2022, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) FKIP USK menggelar seminar nasional mengusung tema "Pendidikan Berbasis Budaya".

Seminar yang diberi pengantar oleh Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Dr Drs Denni Iskandar, MPd itu dibuka oleh Wakil Dekan I FKIP USK DR Sanusi MSi, yang di Auditorium Lantai 3 FKIP USK, Darussalam.

Pada seminar itu turut menghadirkan pembicara mantan Rektor UIN Ar-Raniry Aceh, Prof Dr Warul Walidin, AK,MA.

Lalu Guru Besar Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP USK yang juga Ketua I HISKI Pusat, Prof Dr Mohd Harun, MPd serta Budayawan/Novelis Aceh, Azhari Aiyub.

Dosen dan ratusan mahasiswa turut menghadiri seminar yang dipandu Koordinator Prodi PBI Armia, SPd, MHum. 

"Alhamdulillah seminar berlangsung lancar, sukses dan sangat apik. Karena para narasumber dan materi yang disampaikan cukup berkompeten dan kontekstual, berhubungan langsung dengan Pendidikan di Aceh, khususnya kontribusi local wisdom dalam Pendidikan pada umumnya serta Pendidikan Bahasa khususnya," kata  Armia.

Ia menjelaskan dengan materi yang langka dan sangat menyentuh yang disampaikan para narasumber.

Sehingga seminar nasional itu menjadi primadona dosen dan ratusan mahasiswa yang memilih bertahan dan baru membubarkan diri seusai seminar berakhir.

"Semoga kearifan lokal/local wisdom Aceh menjadi materi yang perlu diperhitungkan dalam kancah pendidikan di Aceh di masa yang akan datang, semoga pendidikan Aceh semakin bergiwang," demikian Koordinator Prodi PBI Armia, SPd MHum.(*)  

Baca juga: Profesor Kimia: Gas Air Mata Kedaluwarsa Lebih Berbahaya, Komponennya Bisa Jadi Gas Sianida

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved