Rabu, 22 April 2026

Internasional

IMF Beri Pinjaman ke Mesir Sebesar Rp 46,5 Triliun, Cegah Krisis Ekonomi Semakin Parah

Dana Moneter Internasional (IMF) pada Kamis (27/10/2022) telah menyetujui Fasilitas Dana Perpanjangan dengan Mesir selama 46 bulan.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang pemuda berkeliling membawa roti untuk dijual kepada warga di Kairo, Mesir. 

SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Dana Moneter Internasional (IMF) pada Kamis (27/10/2022) telah menyetujui Fasilitas Dana Perpanjangan dengan Mesir selama 46 bulan.

Dana pinjaman yang diberikan sebesar $ 3 miliar, sekitar Rp 46,5 triliun untuk mencegah krisis ekonomi Mesir semakin parah.

Pinjaman tersebut sebagai langkah menjaga nilai tukar tahan lama dan komitmen meningkatkan perlindungan sosial, seperti dilansir Reuters.

Pengaturan tersebut diharapkan dapat mengkatalisasi paket pembiayaan multi-tahun yang besar.

Termasuk sekitar $5 miliar, sekitar Rp 77,6 triliun pada tahun keuangan yang berakhir pada Juni 2023.

Itu menjadi dukungan internasional dan regional yang luas untuk Mesir, kata IMF dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: IMF: 31 Negara Bakal Resesi Tahun Depan, Indonesia Diprediksi Lolos

Kebijakan fiskal pemerintah Mesir akan berlabuh pada pengurangan utang pemerintah umum dan kebutuhan pembiayaan bruto.

Pengumuman itu muncul setelah Bank Sentral Mesir mengumumkan menaikkan suku bunga utama sebesar 2 persen.

Kemudian, beralih ke sistem nilai tukar yang lebih fleksibel dalam upaya memerangi masalah ekonomi yang meningkat di negara itu.

Komite Kebijakan Moneter bank mengatakan telah menaikkan suku bunga pinjaman baru menjadi 14,25 persen dan suku bunga deposito menjadi 13,25 persen.

Tingkat diskonto juga dinaikkan menjadi 13,75 persen, katanya.

Bank juga mengumumkan telah pindah ke sistem nilai tukar fleksibel yang tahan lama.

Baca juga: Warga Tunisia Sulit Dapat Sembako, Pinjam Uang dari IMF

Sebuah perubahan yang akan memungkinkan pasar internasional untuk menentukan nilai pound Mesir terhadap mata uang asing lainnya.

Intervensi dirancang untuk mengimbangi kenaikan Inflasi, yang melewati 15 persen pada September 2022.

Dengan harapan dapat meringankan tekanan keuangan pada rumah tangga berpenghasilan rendah dan menengah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved