Breaking News:

Info Peternakan

Aceh Berhasil Kendali PMK

Penyakit mulut dan kuku (PMK) di Provinsi Aceh dilaporkan sudah nol kasus atau Zero Case sejak Senin (3/10/2022).

Editor: IKL
IST
Aceh Berhasil Kendali PMK 

"Mudah-mudahan capaian ini bisa terus kita pertahankan sehingga tidak ada hewan ternak warga yang terpapar wabah PMK.” ZALSUFRAN | Kepala Dinas Peternakan Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Penyakit mulut dan kuku (PMK) di Provinsi Aceh dilaporkan sudah nol kasus atau Zero Case sejak Senin (3/10/2022).

Kendati demikian, penting bagi masyarakat peternak di seluruh Aceh agar jangan lengah dan lebih waspada terhadap ancaman wabah ini yang bisa muncul kapan saja, karena virus yang menyerang hewan ternak ini belum hilang sepenuhnya.

Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Aceh Zalsufran ST MSi mengaku bersyukur kasus PMK di Aceh terus terkendali dengan baik mengingat sebelumnya Tanoh Rencong masuk kategori waspada wabah PMK.

Capaian ini diraih atas kerja keras dan kerja sama semua pihak yang terlibat selama ini, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perangkat desa, hingga masyarakat peternak.

“Alhamdulillah tercata per Senin 3 Oktober 2022, Aceh zero kasus PMK. Mudah-mudahan capaian ini bisa terus kita pertahankan sehingga tidak ada hewan ternak warga yang terpapar wabah PMK,” kata Zalsufran.

Berdasarkan data harian yang dirilis Dinas Peternakan Aceh disebutkan, sejak wabah merebak pada awal Mei 2022 hingga 19 Oktober 2022, total hewan ternak seperti sapi, kerbau, dan kambing, yang terpapar PMK sebanyak 47.519 ekor.

Dari total tersebut, sebanyak 47.143 ekor hewan dinyatakan sembuh dan 87.674 ekor sudah disuntik vakainasi.

Sedangkan 64 ternak dipotong paksa dan hanya 312 ekor hewan ternak yang tersebar di 17 kabupaten/kota yang mati karena PMK. Sementara berdasarkan sebaran kasus PMK, terbanyak tercatat di Aceh Besar 12.253 ekor, Aceh Tamiang 9.020 ekor, Aceh Utara 8.212 ekor, Bireuen 3.109 ekor, Aceh Selatan 2.511 ekor.

Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sambung Zalsufran, ada juga daerah yang tidak sama sekali terpapar kasus yaitu yaitu Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tengah, dan Kabupaten Simeulue.

Kendati demikian, Zalsupran tetap mengingatkan peternak agar terus waspada terhadap gejala PMK yang bisa saja menyerang hewan ternak.

Begitu juga dengan petugas kesehatan hewan, terus melakukan tracing dan segera melakukan penanganan apabila terdapat kasus baru. Meski tidak ada kasus, pihaknya tetap terus melakukan vaksinasi ternak.

“Kita juga berharap masyarakat peternak agar tetap menjaga kebersihan kandang dan apabila ada gejala PMK segera laporkan ke petugas kesehatan,” imbuhnya.(*)

Aceh Berhasil Kendali PMK
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved