Banjir Landa Aceh
Kecewa, Wabup Aceh Utara Soroti Lambannya Penanganan PascaBanjir
Ia menegaskan bahwa kondisi di sejumlah lokasi terdampak masih memprihatinkan karena fokus penanganan baru sebatas
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nur Nihayati
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON - Musibah banjir melanda Aceh pada akhir November 2026.
Ini artinya tepat sudah dua bulan musibah itu berlalu sehingga pengananan wilayah dinilai belum maksimal.
Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, menyatakan bahwa penanganan pascabanjir bandang di wilayahnya masih berjalan lambat.
Hingga dua bulan setelah bencana, tumpukan kayu dan material sisa banjir di Kecamatan Sawang belum diangkut, sementara pembangunan hunian sementara (huntara) juga belum menunjukkan kemajuan signifikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Tarmizi saat ditemui di Kantor Bupati Aceh Utara, Sabtu (24/1/2026).
Ia menegaskan bahwa kondisi di sejumlah lokasi terdampak masih memprihatinkan karena fokus penanganan baru sebatas pembersihan lumpur.
“Tumpukan kayu masih belum tersentuh. Di Sawang keadaannya sama seperti hari pertama banjir. Bahkan di sekitar rumah saya juga masih penuh kayu,” ujar Tarmizi.
Selain persoalan kayu, ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap penyelesaian pembangunan huntara. Menurutnya, waktu yang tersisa menuju bulan Ramadan tidak cukup untuk menyelesaikan seluruh unit yang dibutuhkan warga terdampak.
“Secara realistis, tidak semua huntara bisa difungsikan sebelum Ramadan. Namun kami terus berkoordinasi dengan BNPB agar prosesnya bisa dipercepat,” katanya.
Meski demikian, pihak BNPB disebut tetap optimistis bahwa sebagian huntara dapat selesai tepat waktu.
Pemerintah daerah juga telah merampungkan pendataan korban, baik korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur, dan menyerahkan seluruh data tersebut kepada BNPB sebagai dasar penanganan lanjutan.
Tarmizi berharap, seluruh bantuan bagi warga terdampak banjir dapat disalurkan sebelum Ramadan agar masyarakat bisa segera beraktivitas kembali.
Banjir bandang yang melanda Aceh Utara pada 26 November 2025 tercatat menewaskan 246 orang dan lima orang yang hilang belum ditemukan.(*)
Baca juga: Petugas Puskesmas Beutong Ateuh Layani Korban Banjir Bandang di Desa
Baca juga: Instruksikan Percepatan Pemulihan Korban Banjir di Aceh Utara, Mensos RI Salurkan Bantuan Rp4 Miliar
| Disdikbud Aceh Utara Terapkan Pembelajaran Darurat Pasca Banjir, Utamakan Keselamatan Siswa |
|
|---|
| Kadin Tinjau Pembangunan Rumah Bantuan Bagi Penyintas Banjir di Pidie jaya |
|
|---|
| Tamiang Kebut Pembangunan Huntara |
|
|---|
| Warga Lubuksidup, Aceh Tamiang Mulai Direlokasi ke Huntara |
|
|---|
| Safrizal Minta Pembangunan Jembatan Dikebut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kerusakan-akibat-banjir-di-Aceh-Utara_2025.jpg)