Pakai Barcode
Seratusan Sapi di Lhokseumawe Telah Diberi Tanda Barcode, Ada Juga Penolakan dari Pemilik Ternak
Pada tanda berbentuk ear tag (dipasang seperti kerabu di kuping sapi) juga dilengkapi barcode. Di barcode terdata nama pemilik...
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Petugas Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) Lhokseumawe dalam beberapa hari terakhir mulai memberikan tanda barcode pada sapi-sapi yang sudah divaksin PMK.
Pada tanda berbentuk ear tag (dipasang seperti kerabu di kuping sapi) juga dilengkapi barcode. Di barcode terdata nama pemilik sapi dan juga asal daerah.
Hingga Rabu (2/11/2022) hari ini, sudah sebanyak 118 sapi diberi tanda.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Lhokseumawe, Drh Afrizal, menjelaskan sesuai arahan pemerintah, sekarang ini semua sapi yang sudah divaksin harus diberi tanda barcode.
Sedangkan untuk menjalankan program ini, pihaknya sudah mendapatkan bantuan sebanyak 2.000 tanda dari Kementerian Pertanian.
Selanjutnya, proses pemasangan tanda pada sapi yang sudah divaksin sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. "Untuk saat ini masih berlangsung di dua kecamatan, yakni Blang Mangat dan Muara Dua," katanya.
Diakuinya, saat proses pemasangan tanda, ada juga pemilik ternak yang menolak. Padahal tanda tersebut ke depannya sangat diperlukan. Untuk menandakan kalau sapi susah divaksin PMK dan juga sudah boleh dibawa ke luar daerah dan juga ke pasar.
Zero Kasus PMK
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Lhokseumawe Drh Afrizal, juga menyebutkan, penemuan sapi terjangkit PMK di Lbokseumawe dimulai pada awal Mei 2022 lalu.
Di mana saat diketahui bahwa sudah ada sapi di Aceh Tamiang yang terjangkit PMK, maka pihaknya langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan.
Sehingga pada tahap awal, pihaknya menemukan ada 13 sapi yang suspek PMK di wilayah Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.
Atas temuan tersebut, maka pihaknya langsung melaporkan ke ISIKHNAS atau ke sistem informasi kesehatan hewan Indonesia. Selanjutnya turun tim dari Balai Veteriner Medan, Sumatera Utara, untuk melakukan pemeriksaan terhadap 10 sapi yang suspek.
"Satu pekan kemudian keluar hasil pemeriksaan, dan dinyatakan ke-10 ekor sapi tersebut positif terjangkit PMK," katanya.
Didasari hasil tersebut, maka pihaknya langsung mengarahkan petugas secara besar-besaran untuk melakukan pemeriksaan terhadap ternak yang ada di seluruh wilayah Kota Lhokseumawe.