MotoGP
Singgung Soal Penurunan Jumlah Penggemar, Lorenzo Sebut Pembalap MotoGP Saat Ini Kurang Kharismatik
Eks pembalap MotoGP, Jorge Lorenzo menganggap sampai sekarang belum ada pembalap di kelas utama MotoGP yang punya kharisma...
SERAMBINEWS.COM - Eks pembalap MotoGP, Jorge Lorenzo menganggap sampai sekarang belum ada pembalap di kelas utama MotoGP yang punya kharisma mendekati para pendahulu.
Tak dapat ditahan, MotoGP terus mengalami pergantian generasi seiring datangnya masa pensiun.
Sebut saja pembalap kenamaan seperti Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, dan Valentino Rossi, satu per satu memutuskan pensiun.
Teranyar, ada pembalap sarat pengalaman Andrea Dovizioso yang memutuskan untuk mengakhiri kariernya pada MotoGP.
Kini, MotoGP diisi oleh banyak pembalap muda yang didominasi dari Spanyol dan Italia seperti Francesco Bagnaia, Joan Mir, Alex Rins, Enea Bastianini, Jorge Martin, serta Fabio Quartararo.
Satu-satunya pembalap masa lalu yang masih tersisa sampai saat ini adalah Marc Marquez, penampilannya juga tidak seperti dua tahun lalu.
Marquez musim ini lebih banyak menghabiskan waktu di luar lintasan untuk melakukan pemulihan pasca cedera.
Pergantian generasi ini diyakini menjadi salah satu pemicu menurunnya jumlah penonton MotoGP.
Dalam beberapa kesempatan misalnya di Sirkuit Mugello, Italia penonton yang datang ke tribun turun cukup signifikan jika dibandingkan ketika era Rossi dan rival-rivalnya.
Pemegang gelar Juara Dunia lima kali, Lorenzo mengatakan bahwa saat ini tidak ada yang meragukan masalah tingkat kompetitif MotoGP.
Bisa dilihat dari balapan ke balapan, tidak ada satu pembalap yang benar-benar mendominasi.
Penentuan gelar Juara Dunia juga harus dilakukan sampai balapan terakhir pada MotoGP Valencia 2022 akhir pekan nanti.
"Ini sangat kompetitif. Kecuali Honda, semua motor sudah memenangi balapan," ucap Lorenzo dikuti dari Motorsport Total, Kamis (3/11/2022).
"Ada banyak pembalap yang bertarung di depan, tapi tidak ada pemimpin yang jelas menang dan mendominasi."
Lebih lanjut, Lorenzo yang sudah berpengalaman di MotoGP, serta beberapa kali terlibat rivalitas dengan tensi tinggi mengatakan bahwa para pembalap saat ini belum begitu kharismatik.