Banjir Aceh Tamiang
Ekses Banjir Tamiang, Stok Bawang di Pasar Inpres Lhokseumawe Krisis
Saat kondisi normal, biasanya proses pengangkutan bawang dari Sumatera Utara ke Lhokseumawe berlangsung tiga kali dalam sepekan.
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Stok berbagai jenis bawang di Pasat Inpres Kota Lhokseumawe mulai krisis. Kondisi ini disebabkan karena bawang yang biasanya dibeli dari Sumatera Utara tidak bisa dibawa ke Lhokseumawe akibat banjir yang terjadi di Aceh Tamiang.
Toke Adi, seorang pedagang grosir pawang di Pasar Inpres Lhokseimawe, Jumat (4/11/2022), mengakui ada sekitar sembilan ton bawang miliknya saat ini tertahan di Aceh Tamiang.
Dijelaskan, selama ini bawang yang akan dipasarkan olehnya ke sejumlah pedagang enceran di Pasar Inpres dan Pasar Batuphat, dipasok dari Sumatera Utara.
Saat kondisi normal, biasanya proses pengangkutan bawang dari Sumatera Utara ke Lhokseumawe berlangsung tiga kali dalam sepekan.
• Petani Aceh Selatan Sukses Kembangkan Penangkar Benih Bawang Merah, Ini Luas Areanya
Namun menurutnya, pada Rabu dua hari lalu , bawang orderamln dia sebanyak tujuh ton tertahan di banjir Aceh Tamiang.
"Ditambah lagi dua ton bawang yang diangkut Kamis kemarin. Jadi total bawang milik saya kini masih tertahan di Aceh Tamiang sebanyak sembilan ton," ujarnya.
Jadi, menurutnya, akibat tertahan bawang di Aceh Tamiang, pada Jumat hari ini stok bawang mulai krisis.
"Tersisa hanya untuk menjual eceran. Namun tentunya kondisi bawangnya sudah tidak bagus lagi," katanya.
Menurutnya, kondisi yang sama juga dialami pedagang grosir bawang lainnya di Pasar Inpres.
"Dasarnya bukan bawang saja yang terkendala, sayur-sayuran yang dipasok dari Berastagi juga tidak masuk ke Pasar Inpres. Sehingga kini pedagang sayur mengandalkan pasokan dari Aceh Tengah saja," pungkas Adi.(*)
• Sempat tak Difungsikan Bertahun-tahun, RSUD Sahuddin Akhirnya Layani Operasi Penyakit Mata
• VIDEO Belasan Desa di Aceh Singkil Terendam Banjir
• Belanda Akui Salah dan Bakal Meminta Maaf Secara Resmi Terkait Perbudakan di Masa Penjajahan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bawang-890.jpg)