Breaking News:

Berita Bener Meriah

Petugas Disnak Buru Anjing Gila yang Gigit Tiga Anak dan Ibu Rumah Tangga di Bener Meriah

Saat ini sedang dilakukan upaya mencari anjing itu. Anjing itu harus ditangkap dan tidak boleh dibunuh untuk melihat apakah anjing itu terjangkit.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Saifullah
Dok Pribadi
Kepala Disnak Aceh, Zalsufran 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Peternakan (Disnak) Aceh langsung menyikapi kasus empat warga Bener Meriah yang digigit anjing gila pada Sabtu (5/11/2022).

Dari empat korban tersebut, tiga di antaranya anak-anak dan satu ibu rumah tangga (IRT).

Kepala Disnak Aceh, Zalsufran kepada Serambinews.com, Selasa (8/11/2022), mengatakan, saat ini pihaknya terus berkordinasi dengan Dinas Pertanian Bener Meriah yang sedang berupaya bersama Polri dan masyarakat mencari anjing gila yang merupakan Hewan Pembawa Rabies (HPR).

"Saat ini sedang dilakukan upaya mencari anjing itu. Anjing itu harus ditangkap dan tidak boleh dibunuh untuk melihat apakah anjing itu terjangkit rabies atau tidak," kata Zalsufran.

Selama masa observasi, sambung Zalsufran, biasanya dalam 14 hari setelah kejadian anjing itu akan mati dengan sendirinya.

"Jika mati dalam masa observasi, maka kepala anjing tersebut dikirim ke laboratorium untuk kepastian diagnosa penyebab kematian," terangnya.

Tetapi apabila dalam masa observasi 14 hari, hewan tetap hidup maka hewan divaksinasi anti rabies dan dikembalikan kepada pemiliknya atau dilakukan pemusnahan dengan peracunan bila tidak ada pemiliknya.

Sementara terhadap korban gigitan anjing gila, saat ini dikabarkan sudah disuntik Vaksinasi Anti Rabies (VAR) oleh pihak yang berwenang.

"Kita berharap mereka segera sembuh kembali," harap Zalsufran.

Dalam kesempatan itu, Kadisnak Aceh juga meminta petugas di setiap daerah untuk mengontrol populasi atau eliminasi terhadap HPR liar atau tidak berpemilik dengan bekerja sama dengan aparat desa, Polri dan TNI.

Zalsufran juga meminta masyarakat yang memiliki hewan peliharaan agar melakukan vaksinasi rabies terhadap semua HPR.

Kepada petugas juga diminta melakukan komunikasi dan edukasi yang intens kepada masyarakat tentang bahaya rabies.(*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved