Kupi Beungoh
Empat Kunci Masuk Surga dengan Aman
Kamu tidak akan masuk syurga sampai kamu beriman, dan kamu tidak akan beriman sampai kamu saling mencintai, maukah aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang
Oleh: Tgk H.Sulaman M.Hasan Lc MA*)
ABDULLAH bin Salam awalnya seorang pemimpin agama Yahudi di Madinah, memeluk islam setelah kedatangan nabi ke Madinah, beliau menceritakan:
Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah rasa ingin taunya tentang nabi Muhammad sangat kuat, sehingga beliau ikut menerobos para sahabat yang sedang mengurumuni Rasulullah, ketika itu dilihat oleh Abdullah bin salam tidak terlihat tanda-tanda kebohongan sedikit pun diwajah Rasululllah saw, maka perkara yang pertama sekali disampaikan oleh Rasulullah saw adalah:
1.Tebarkan salam/ tebarkan kedamaian (afsyus salam)
Agama islam adalah agama yang penuh kedamaian, umat islam harus dapat memastikan semua orang aman dan selamat dari kedhaliman yang di akibatkan oleh sikap, tindakan, prilaku, kebijakan kita, baik tetangga, masyarakat dan semua orang yang berinteraksi dengan kita, tidak boleh tersakiti, terlukai atau pun terusik.
• Bidadari dan Bidadara, Adakah Pasangan untuk Perempuan Shalehah di Surga?
Penjelasan yang semakna dengan ini dipertegas oleh hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim saat Rasulullah ditanya tentang ciri muslim sejati, Rasulullah saw menjawab:
“Al muslimu man salimal muslimuna min lisanihi wa yadih” ciri muslim sejati adalah siapa pun yang mampu menjamin keselamatan muslim lain nya (dari segala bentuk sikap,perilaku, tindakan) yang diakibatkan oleh lisan/ ucapan, dan tangan/ kekuasaan nya.
Perintah menebarkan salam/ kedamaian tidak hanya dibatasi kepada orang yang kita kenal saja, akan tetapi menyeluruh kepada orang yang tidak kita kenal.
• Komunitas Insan Sedekah Gapai Surga Bagikan 100 Paket Sembako untuk Kaum Duafa dan Hafiz Quran
Bersumber dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma, seorang laki-laki bertanya kepada Nabi saw, “Ayyul islam khairun? Qaala: thut’imut tha’am wa taqraus salam ‘ala man ‘arafta waman lam ta’rif” hal apa yang terbaik dari islam? Nabi saw menjawab:”engkau berikan makan dan menebarkan salam/ kedamaian kepada orang yang engkau kenal dan tidak kenal (HR. Bukhari)
Menebarkan salam juga merupakan salah satu bentuk dari menebarkan rasa cinta dan kasih sayang sesama saudara seiman, dalam hadis yang bersumber dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah saw bersabda:
“Laa tadkhulul jannata hatta tu’minuu walaa tu’minuu hatta tahabbuu, awalaa adullukum ‘ala syai’in iza fa’altumuuhu tahabbabtum? afsyus salam bainakum”
Kamu tidak akan masuk syurga sampai kamu beriman, dan kamu tidak akan beriman sampai kamu saling mencintai, maukah aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang jika kamu melakukan nya kamu akan saling mencintai? Tebarkan salam/ kedamaian di antara kamu (HR. Muslim)
Yang terbaik yang duluan menyampaikan salam
Baginda Rasulullah saw menegaskan melalui hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud: “Inna awlan nas billahi man bada ahum bis salam” sesungguhnya Manusia yang paling utama di sisi Allah adalah yang terlebih dahulu mengucapkan salam (HR. Abu Dawud)
Utbah bin Abi Muid merupakan Yahudi bayaran yang menjadi langganan meludahi dan melempari Rasulullah saw dengan kotoran ketika beliau dalam perjalanan untuk pergi shalat, Ketika dia sakit, Rasulullah saw merupakan orang yang pertama sekali melayatnya, sehingga Utbah bin Abi Muid memeluk islam.
2. Memberi Makan (At’imut Tha’am)
Ibrahim digelar dengan Khalilullah salah satu alasannya adalah lantaran gemar menjamu makan orang lain, bahkan digambarkan beliau rela berjalan 1 atau 2 mil untuk mencari kawan yang bisa makan bersama.
• Apakah Masuk Surga Sesudah Masuk Neraka? - Konsultasi Agama Islam
Termasuk dari praktek yang sangat luar biasa yang sudah dipraktekkan oleh Sebagian orang, ketika duduk bersama di restoran, kedai kopi berebut untuk menjadi yang lebih cepat bayar, ini merupakan satu sikap yang patut diapresiasikan dan perlu dipertahankan.
Tafsir Ibnu Kasir, Ketika menafsirkan surah al Balad ayat 12:
“wama adraaka mal ‘aqabah”
Tahukah kalian apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?
Ibnu Umar menyebutkan:itu adalah nama sebuah gunung dalam Neraka Jahannam,
Qatadah menyebutkan: jalan mendaki, sulit lagi keras
Ada yang menyebutkan jalan yang membentang di atas Neraka Jahannam, ada pula yang mengatakan Neraka Jahannam itu sendiri,
Bagaimana kita bisa dimudahkan dari jalan yang sangat sukar dan mendaki tersebut? dijelaskan selanjutnya oleh ayat 13:
“Fakku raqabatin” (memerdekakan budak)
“Aw ith’amun fi yaumin dhi masghabah” (atau memberi makan pada hari kelaparan)
Memberi makan ketika orang berbuka puasa di hari senin dan kamis, memberi makan Ketika orang sangat membutuhkan, Ketika sedang musibah/ banjir (yang sedang melanda masyarakat dan saudara kita di Aceh Tamiang), semua termasuk dalam katagori tersebut.
Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, memberi makan termasuk di antara amalan terbaik yang sangat di cintai oleh Allah, salah satu nya yaitu: “tathrudu anhu ju’an” (menghilangkan rasa lapar dari seseorang)
Memuliakan tamu dikaitkan dengan keimanan kepada Allah dan hari akhirat,
“Man kana yu’minu billahi wal yaumil akhir fal yukrim dhaifahu”
Barang siapa yang beriman dengan Allah dan hari akhirat maka hendaklah dia memuliakan tamunya (HR. Bukhari dan Muslim).
Nabi Ibrahim pernah menyuguhkan menu terbaik kepada tamu yang datang ke rumahnya walaupun dia tidak mengenal tamu tersebut, beliau pernah menyuguhkan anak sapi panggang kepada tamu nya (padahal tamu nya adalah Malaikat).
Abu Thalhah (bersama isterinya Ummu Sulaim) menjamu tamu Rasulullah, yang mereka miliki hanya makanan anak-anak mereka.
Kisah wanita yang mengeluh kepada Rasulullah saw, perihal suaminya sering undang tamu makan ke rumah, ternyata nabi memperlihatkan kepada Wanita tersebut usai nabi beserta tamu keluar ternyata banyak binatang berbisa yang juga ikut keluar dari rumahnya, ini artinya tamu yang datang akan datang bersama para Malaikat dan Ketika tamu keluar akan ikut keluar semua yang berpotensi tidak baik/ malapetaka dari rumah tersebut.
3. Menjalin silaturrahmi sesama kerabat (Silul Arham)
Dalam surah an Nisa’ ayat 1 ada dua poin penting yang disampaikan:
a. Perintah Taqwa
b. Perintah memellihara hubungan kekeluargaan
Ayat tersebut menjelaskan skala Prioritas menjaga dan memperkuat hubungan sesama kerabat (yang ada hubungan darah)
Wa ati zal qurba haqqahu
Dan berikanlah/ tunaikanlah haknya kepada kerabat dekat (Q.S. al Isra’: 26)
Wa’budulla wala tusyriku bihi syai’an wabil walidaini ihsaanan wa zil qurba…
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan Nya dengan sesuatu pun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat…(Q.S. An Nisa’: 36)
Yas aluunaka madha yunfikun qul ma anfaqtum min khairin falil waalidaini wal aqrabin ...
Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkah kan, jawablah: ”apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapa, kaum kerabat…(Q.S. al Baqarah: 215)
Dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin yang dikarang oleh Sayyid Ba’lawi al Hadhrami, dinuqilkan pendapat Imam As Sayuthi bahwa: ”sedekah yang diberikan kepada kerabat yang sangat membutuhkan kelipatan fahalanya Sembilan ratus”.
Wawahidatun bi tis’i mi’ah wa hiya ‘alal dhi qarabah muhtaj
Satu dibalas dengan Sembilan ratus yaitu bersedekah kepada kerabat yang sangat memerlukan.
4. Shalat Malam/ Tahajjuj (Shallu bil Lail wan Nasu Niyam)
Empat keutamaan orang yang shalat tahajjuj (intisari dari Q.S. al Isra’:79-80)
a. Kariernya bagus/Maqamam mahmuda
b. Dibimbing disetiap mengawali pekerjaan/ rabbi adkhilni mudkhala sidqin
c. Ada solusi setiap ada permasalahan/ wa akhrijni mukhraja sidqin
d. Selalu ditolong Allah/ waj’alli min ladunka sulthanan nasira
Semoga tulisan ini menjadi amal jariyah penulis dan menjadi inpirasi untuk kita semua serta sebagai persiapan dan bekal meraih Syurga.
• Rakernas IAI di Aceh, Pentingnya Lisensi Bagi Para Arsitek
• Robohnya RSR Harus Diperiksa Menyeluruh
• Belajar Sabar dan Kasih Sayang Sejak di Dayah
*PENULIS adalah Penasihat IKAT (Ikatan Alumni Timur Tengah), Pengurus Dewan Dakwah Aceh Bid.Hubungan Luar Negeri, dan Kabag keistimewaan dan Keagamaan Biro Isra Setda Aceh
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel Kupi Beungoh Lainnya di SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/opini-89i9i9i.jpg)